Indonesia Siapkan 280 Juta Bibit Perkebunan untuk Dongkrak Ekonomi
Tim langit 7
Kamis, 11 Juni 2026 - 10:37 WIB
Indonesia Siapkan 280 Juta Bibit Perkebunan untuk Dongkrak Ekonomi
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Indonesia bersiap mendistribusikan sekitar 280 juta bibit kakao dan kelapa dengan produktivitas tinggi, dalam sebuah dorongan besar untuk merevitalisasi sektor perkebunan nasional dan meningkatkan ekonomi pedesaan.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sektor pertanian dan perkebunan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia ke depan, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Peluncuran bibit ini terkait dengan program pembangunan jangka menengah yang ambisius dan berlangsung dari tahun 2025 hingga 2027, demikian pernyataannya pada Senin (8 Juni).
Didukung oleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp9,5 triliun, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan lahan perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare di seluruh Nusantara.
Selain fokus saat ini pada kakao dan kelapa, inisiatif utama ini juga menyasar komoditas strategis lainnya seperti tebu, kopi, pala, jambu mete, dan kemiri.
Menteri Amran mengumumkan angka-angka tersebut setelah inspeksi mendadak akhir pekan lalu ke sebuah pembibitan lokal di Desa Lamomea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Terkesan dengan kualitas hasil perkebunan setempat selama kunjungannya, Amran mendorong daerah lain untuk mencontoh.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sektor pertanian dan perkebunan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia ke depan, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Peluncuran bibit ini terkait dengan program pembangunan jangka menengah yang ambisius dan berlangsung dari tahun 2025 hingga 2027, demikian pernyataannya pada Senin (8 Juni).
Didukung oleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp9,5 triliun, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan lahan perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare di seluruh Nusantara.
Selain fokus saat ini pada kakao dan kelapa, inisiatif utama ini juga menyasar komoditas strategis lainnya seperti tebu, kopi, pala, jambu mete, dan kemiri.
Menteri Amran mengumumkan angka-angka tersebut setelah inspeksi mendadak akhir pekan lalu ke sebuah pembibitan lokal di Desa Lamomea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Terkesan dengan kualitas hasil perkebunan setempat selama kunjungannya, Amran mendorong daerah lain untuk mencontoh.