Hari Osteoporosis Sedunia, Waspadai Penyakit Tulang yang Muncul Tanpa Gejala
Muhammad rifai akif
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:03 WIB
Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease. Foto :LANGIT7/iStock
Osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang. Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah.
Koordinator Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid, memaparkan data dari Infodatin Osteoporosis 2020 yang menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.
"Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease," kata dr. Lily dalam seminar web, ditulis pada Rabu.
Baca juga : Keutamaan Shalat Dhuha, Wujud Syukur Menyedekahi 360 Sendi Tulang
Lily menambahkan, penyakit tulang ini masih menjadi masalah global yang berkembang. Bahkan setiap 3 detik diperkirakan terjadi patah tulang akibat osteoporosis.
Lebih lanjut, risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda. Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat.
Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3 persen hingga 0,5 persen per tahun.
Koordinator Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid, memaparkan data dari Infodatin Osteoporosis 2020 yang menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.
"Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease," kata dr. Lily dalam seminar web, ditulis pada Rabu.
Baca juga : Keutamaan Shalat Dhuha, Wujud Syukur Menyedekahi 360 Sendi Tulang
Lily menambahkan, penyakit tulang ini masih menjadi masalah global yang berkembang. Bahkan setiap 3 detik diperkirakan terjadi patah tulang akibat osteoporosis.
Lebih lanjut, risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda. Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat.
Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3 persen hingga 0,5 persen per tahun.