Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hari Osteoporosis Sedunia, Waspadai Penyakit Tulang yang Muncul Tanpa Gejala

muhammad rifai akif Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:03 WIB
Hari Osteoporosis Sedunia, Waspadai Penyakit Tulang yang Muncul Tanpa Gejala
Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease. Foto :LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang. Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah.

Koordinator Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Lily Banonah Rivai, M.Epid, memaparkan data dari Infodatin Osteoporosis 2020 yang menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.

"Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan silent disease," kata dr. Lily dalam seminar web, ditulis pada Rabu.

Baca juga : Keutamaan Shalat Dhuha, Wujud Syukur Menyedekahi 360 Sendi Tulang

Lily menambahkan, penyakit tulang ini masih menjadi masalah global yang berkembang. Bahkan setiap 3 detik diperkirakan terjadi patah tulang akibat osteoporosis.

Lebih lanjut, risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda. Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat.

Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3 persen hingga 0,5 persen per tahun.

Maka dari itu, dr. Lily mengatakan, pemenuhan nutrisi dan gerak aktif akan lebih efektif jika dilakukan sejak masih muda untuk pertumbuhan tulang optimal, sehingga memiliki kondisi fisik yang sehat dan tetap merasa muda meski sudah usia lanjut.

Pada usia lanjut, pemenuhan nutrisi untuk tulang tetap dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang agar tidak terus menurun.

"Menjaga kesehatan tulang membutuhkan perjalanan panjang yang perlu dilakukan sejak dini, agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan mengurangi risiko osteoporosis," kata dr. Lily.

Baca juga : Tabung Tulang di Usia Muda, Hari Tua Jauh dari Osteoporosis

Hari Osteoporosis Nasional dan Sedunia ditetapkan setiap tanggal 20 Oktober, untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai penyakit osteoporosis.

Terkait itu dr. Lily berharap masyarakat bisa lebih teredukasi akan faktor, risiko, pencegahan, dan pengobatan penyakit tulang termasuk osteoporosis, walaupun pergerakan di masa pandemi lebih terbatas jika dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan.

"Peringatan Hari Osteoporosis Nasional dan Sedunia tahun ini menjadi momen kita semua untuk meningkatkan kesehatan tulang dan tetap aktif di masa pandemi, sehingga kita bisa menjadi manusia, masyarakat Indonesia yang berkualitas, produktif dan siap untuk bersaing," kata dr. Lily menambahkan.

Sumber : Antaranews

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)