home global news

Prabowo, Sistem Ekonomi Konstitusi, dan Tantangan Besar yang Menghadang

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB
Prabowo, Sistem Ekonomi Konstitusi, dan Tantangan Besar yang Menghadang
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Sambutan Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Munas dan Konbes PBNU di Bangkalan, Madura, perlu kita renungkan baik-baik. Dalam pidatonya, Prabowo mengajak kita untuk memahami apa sebenarnya yang sedang dan telah terjadi selama ini di negeri ini.

Prabowo menyimpulkan bahwa ekonomi Indonesia memang mampu tumbuh sekitar 5 persen per tahun. Dalam rentang waktu tujuh tahun, berarti pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 35 persen. Dengan demikian, semestinya kekayaan negeri ini juga bertambah sekitar 35 persen dibandingkan tujuh tahun yang lalu.

Namun, pertanyaannya, mengapa pertumbuhan ekonomi tersebut belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat? Bahkan, ada kelompok kelas menengah yang sebelumnya sudah berhasil keluar dari kemiskinan, tetapi kemudian kembali mengalami penurunan kondisi ekonomi.

Menurut Prabowo, hal ini menjadi pertanda bahwa ada persoalan dalam sistem ekonomi kita. Pihak yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi tersebut masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Karena itu, kondisi ini harus segera dibenahi agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

Menurut Prabowo, jika ekonomi tumbuh tetapi jumlah orang miskin justru bertambah dan kelas menengah semakin berkurang, maka berarti ada yang keliru dalam sistem ekonomi yang dijalankan.

Prabowo benar jika melihat persoalan tersebut dari perspektif sistem ekonomi yang diamanatkan oleh konstitusi, sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya