Banyak yang Salah Paham, Lulusan Ekonomi Syariah Kini Dibutuhkan Industri dari Perbankan hingga Investasi Halal
Tim langit 7
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:33 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Selama bertahun-tahun, jurusan Ekonomi Syariah kerap dipersepsikan hanya berkaitan dengan teori keagamaan. Padahal, perkembangan industri halal dan sektor keuangan syariah telah membuka kebutuhan besar terhadap tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Pandangan itu turut disoroti Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. Menurutnya, mahasiswa Ekonomi Syariah tidak hanya mempelajari aspek keagamaan, tetapi juga memahami berbagai aspek ekonomi pada level makro maupun operasional.
“Karier bagi lulusannya tidak hanya menghasilkan uang, tapi juga berkah. Kenapa? Karena prodi ini mengajarkan bagaimana ekonomi dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, bebas riba, yang ujung-ujungnya kemasalahatan bagi masyarakat,” ujar Prof. Dudang dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Pemahaman yang diperoleh selama kuliah juga mencakup berbagai bidang yang menjadi kebutuhan industri saat ini. Mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai operasional perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hingga analisis produk investasi halal.
Bekal tersebut membuat pilihan profesi lulusan semakin beragam. Mereka dapat berkarier sebagai praktisi perbankan dan keuangan syariah, konsultan bisnis halal, pengelola lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf, maupun menjadi akademisi dan peneliti.
Namun, peluang kerja yang luas tidak datang begitu saja. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Bandung Dr. Evi Sopiah, M.Ag. mengingatkan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku kuliah agar mampu bersaing ketika memasuki dunia profesional.
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi salah satu modal penting. Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti praktikum, magang, dan proyek kolaboratif bersama industri agar memiliki pengalaman kerja yang relevan sebelum lulus.
Pandangan itu turut disoroti Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. Menurutnya, mahasiswa Ekonomi Syariah tidak hanya mempelajari aspek keagamaan, tetapi juga memahami berbagai aspek ekonomi pada level makro maupun operasional.
“Karier bagi lulusannya tidak hanya menghasilkan uang, tapi juga berkah. Kenapa? Karena prodi ini mengajarkan bagaimana ekonomi dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, bebas riba, yang ujung-ujungnya kemasalahatan bagi masyarakat,” ujar Prof. Dudang dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Pemahaman yang diperoleh selama kuliah juga mencakup berbagai bidang yang menjadi kebutuhan industri saat ini. Mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai operasional perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hingga analisis produk investasi halal.
Bekal tersebut membuat pilihan profesi lulusan semakin beragam. Mereka dapat berkarier sebagai praktisi perbankan dan keuangan syariah, konsultan bisnis halal, pengelola lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf, maupun menjadi akademisi dan peneliti.
Namun, peluang kerja yang luas tidak datang begitu saja. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Bandung Dr. Evi Sopiah, M.Ag. mengingatkan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku kuliah agar mampu bersaing ketika memasuki dunia profesional.
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi salah satu modal penting. Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti praktikum, magang, dan proyek kolaboratif bersama industri agar memiliki pengalaman kerja yang relevan sebelum lulus.