Wisata Pesona Garda di Pringapus, Tawarkan Serunya River Tubing
Arif purniawan
Kamis, 21 Oktober 2021 - 07:32 WIB
Pengunjung wisata Pesona Garda sedang bermain river tubing di Desa Candirejo Pringapus (foto: istimewa)
Karang taruna dan masyarakat di Dusun Dawung, Desa Candirejo Pringapus Kabupaten Semarang sukses menyulap daerah aliran sungai yang berhulu di Tuntang menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik.
Sungai yang memiliki lebar sekitar 10 meter tersebut kini telah dikembangkan menjadi wahana river tubing dan arung jeram. Untuk arung jeramnya jaraknya pendek, sekitar 100 meteran. Wisata tersebut kali pertama dibuka pada 8 Agustus 2020 dan tak berselang lama dibanjiri banyak pelancong.
Baca juga:Sandiaga Ingin Desa Wisata Saung Ciburial Jadi Ikon Pariwisata Baru di Garut
Terhitung tiga bulan sejak wisata dibuka, tak kurang sudah ada 16 ribu wisatawan yang berkunjung ke sana. Antusiasme wisatawan lokal sangat tinggi untuk berkunjung ke sana. Bahkan, ketika destinasi wisata baru selesai 60 %, sudah ada pengunjung yang datang yang memaksa pengelola harus mengebut sarana dan prasarana.
Antusiasme wisatawan untuk datang ke sana tak lepas dari informasi, sekaligus promosi yang dilakukan melalui media sosial sejak desa wisata mulai dirintis. Warga setempat yang tergabung dalam Pokdarwis Dawung, bahu membahu bergotong royong mengembangkan potensi wilayah menjadi desa wisata.
“Jadi kami buat gazebo-gazebo dan juga jembatan penyeberangan dari bambu. Konsepnya jeguran, mengenang nostalgia era tahun 1980-an,” kata Kepala Dusun Dawung, Zamroni, Rabu (20/10) kepada Langit7.
Baca juga:Taman Bungkul Surabaya Bakal Dibuka, Bisa Nongkrong sambil Jajan Lagi
Sungai yang memiliki lebar sekitar 10 meter tersebut kini telah dikembangkan menjadi wahana river tubing dan arung jeram. Untuk arung jeramnya jaraknya pendek, sekitar 100 meteran. Wisata tersebut kali pertama dibuka pada 8 Agustus 2020 dan tak berselang lama dibanjiri banyak pelancong.
Baca juga:Sandiaga Ingin Desa Wisata Saung Ciburial Jadi Ikon Pariwisata Baru di Garut
Terhitung tiga bulan sejak wisata dibuka, tak kurang sudah ada 16 ribu wisatawan yang berkunjung ke sana. Antusiasme wisatawan lokal sangat tinggi untuk berkunjung ke sana. Bahkan, ketika destinasi wisata baru selesai 60 %, sudah ada pengunjung yang datang yang memaksa pengelola harus mengebut sarana dan prasarana.
Antusiasme wisatawan untuk datang ke sana tak lepas dari informasi, sekaligus promosi yang dilakukan melalui media sosial sejak desa wisata mulai dirintis. Warga setempat yang tergabung dalam Pokdarwis Dawung, bahu membahu bergotong royong mengembangkan potensi wilayah menjadi desa wisata.
“Jadi kami buat gazebo-gazebo dan juga jembatan penyeberangan dari bambu. Konsepnya jeguran, mengenang nostalgia era tahun 1980-an,” kata Kepala Dusun Dawung, Zamroni, Rabu (20/10) kepada Langit7.
Baca juga:Taman Bungkul Surabaya Bakal Dibuka, Bisa Nongkrong sambil Jajan Lagi