Memaknai Hijrah dan 3 Pilar Kemuliaan Muharram
Ahmad zuhdi
Selasa, 07 Juli 2026 - 05:00 WIB
Memaknai Hijrah dan 3 Pilar Kemuliaan Muharram. Foto: Pexels/ Rushdi Fatani.
Momen pergantiantahun baru Islam dari tahun 1447 menuju 1448 Hijriyah membawa umat Islam kembali pada perenungan mendalam mengenai sejarah dan syariat. Dalam suasana bulan Muharram ini, terdapat tiga pilar utama yang saling berkaitan dalam memahami momentum penanggalan Islam, yaitu esensi hijrah, historiografi penamaan kalender, dan kemuliaan bulan Muharram itu sendiri.
Ketiga hal ini menjadi landasan penting untuk memahami bagaimana Islam membangun peradaban spiritual dan sosialnya. Hal itu disampaikan Dosen Pascasarjana Universitas Islam Jakarta (UIJ), Ustaz Attabik Lutfi dalam kuliah Dzuhur di Masjid Babussalam JICT, Jakarta, Senin (6/72026).
Baca juga:Bulan Muharram: Pernikahan Ali dan Fatimah, Tak Ada Mas Kawin Berlimpah
Secara linguistik, kata hijrah berasal dari akar kata hajara-yahjuru dalam bahasa Arab. Jika merujuk pada kronologi turunnya wahyu atau asbabun nuzul, perintah hijrah sebenarnya diawali dari perubahan paradigma dan ideologi secara maknawiyah, bukan serta-merta perpindahan fisik atau geografis (makaniyah).
Ketiga hal ini menjadi landasan penting untuk memahami bagaimana Islam membangun peradaban spiritual dan sosialnya. Hal itu disampaikan Dosen Pascasarjana Universitas Islam Jakarta (UIJ), Ustaz Attabik Lutfi dalam kuliah Dzuhur di Masjid Babussalam JICT, Jakarta, Senin (6/72026).
Baca juga:Bulan Muharram: Pernikahan Ali dan Fatimah, Tak Ada Mas Kawin Berlimpah
Secara linguistik, kata hijrah berasal dari akar kata hajara-yahjuru dalam bahasa Arab. Jika merujuk pada kronologi turunnya wahyu atau asbabun nuzul, perintah hijrah sebenarnya diawali dari perubahan paradigma dan ideologi secara maknawiyah, bukan serta-merta perpindahan fisik atau geografis (makaniyah).