home masjid

Menjaga Iffah di Era Digital: Membentengi Lisan, Pandangan, dan Anggota Tubuh dari Dosa

Rabu, 08 Juli 2026 - 17:40 WIB
Ilustrasi. Foto: Pexels
Di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan akses media sosial saat ini, tantangan seorang muslim dalam menjaga kesucian diri kian kompleks. Salah satu konsep dasar Islam yang menjadi benteng moral di era digital ini adalah al-’afaf atau iffah.

Secara bahasa, para ulama mengartikan iffah sebagai sebuah komitmen kuat untuk menjauhkan, menahan, dan mencegah diri dari segala hal yang tidak diperbolehkan atau diharamkan oleh syariat.

Baca juga: Sikap Iffah, Pentingnya Menjaga Pandangan dari Hal yang Diharamkan

Pentingnya menjaga kehormatan diri ini sejalan dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabatAbu Hurairah radiallahu anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَأَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ

Artinya: "Paling banyak hal yang memasukkan manusia ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik, dan paling banyak hal yang memasukkan manusia ke dalam neraka adalah mulut (lisan) dan kemaluan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dengan sanad yang hasan).

Hadis ini memberikan peringatan yang sangat tajam bahwa organ tubuh yang kerap dianggap remeh, seperti mulut dan area kemaluan, justru menjadi pintu gerbang terbesar yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam jurang neraka. Oleh karena itu, para ulama menekankan bahwa iffah harus diterapkan secara menyeluruh pada setiap jengkal anggota tubuh kita.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya