Delapan Tentara Iran dan Dua Nelayan Tewas dalam Serangan AS
Esti setiyowati
Kamis, 09 Juli 2026 - 15:22 WIB
Delapan Tentara Iran dan Dua Nelayan Tewas dalam Serangan AS. Foto: Ist
Sedikitnya delapan personel Angkatan Darat dan Angkatan Laut Irandilaporkan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat yang terjadi pada Rabu (8/7/2026). Kantor berita Iran, IRNA melaporkan jumlah korban tewas tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi maupun target serangan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan terhadap tiga kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Umumkan Daftar Negara yang Hadir di Pemakaman Khamenei, Indonesia Tak Ada dalam List
Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan bahwa dua nelayan juga tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat serangan AS di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan 85 lokasi militer Amerika Serikat di kawasan.
Sasaran yang disebutkan mencakup Pelabuhan Salman, Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
Dilansir dari Anadolu, Kamis (9/7/2026), serangan tersebut dilakukan setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang baru operasi militer terhadap Iran.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan terhadap tiga kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Baca juga: Iran Umumkan Daftar Negara yang Hadir di Pemakaman Khamenei, Indonesia Tak Ada dalam List
Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan bahwa dua nelayan juga tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat serangan AS di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan 85 lokasi militer Amerika Serikat di kawasan.
Sasaran yang disebutkan mencakup Pelabuhan Salman, Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
Dilansir dari Anadolu, Kamis (9/7/2026), serangan tersebut dilakukan setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang baru operasi militer terhadap Iran.