Jelang Hari Santri, Para Pengasuh Pesantren Deklarasikan GAPI
Ahmad zuhdi
Kamis, 21 Oktober 2021 - 22:10 WIB
Sejumlah ulama dan pengasuh pesantren mendeklarasikan Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) di Pesantren An Nahdhah Depok Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
Sejumlah ulama dan pengasuh pesantren dalam momentum Maulid Nabi saw dan Hari Santri 2021 mendeklarasikan Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI) di Pesantren An Nahdhah Depok Jawa Barat.
Ketua GAPI, KH Cholil Nafis menyatakan bahwa GAPI adalah wadah penyambung ikatan antar pengasuh pesantren, interaksi pemikiran dan kerjasama pengembangan pesantren. Keanggotaan GAPI adalah para pengasuh pesantren.
Baca juga:RMI PBNU: Santri Harus Lakukan Transformasi Digital di Pesantren
"Para deklarator GAPI berkomitmen akan terus menjalin silaturrahim kepada seluruh pengasuh pesatren seluruh Indonesia untuk menguatkan peran pendidikan pesantren, peran dakwah dan peran pemberdayaan ekonomi umat," ujar kyai Cholil dalam keterangannya dikutip Kamis (21/10).
Dalam kesempatan sama, Rois Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, mengurai tentang pentingnya kegiatan maulid Nabi Muhammad saw. Menurut dia, hal itu adalah ungkapan dari kegembiraan atas lahirnya Rasulullah saw.
Baca juga:Jazuli: Para Ulama Merupakan Benteng Moral Bangsa Indonesia
"Itu amanah Al-Qur’an agar umat Islam lebih merasa senang dengan kelahiran Rasulullah dibanding dengan harta yang dikumpulkan dan jabatan yang diraihnya," ujar kyai Mif.
Ketua GAPI, KH Cholil Nafis menyatakan bahwa GAPI adalah wadah penyambung ikatan antar pengasuh pesantren, interaksi pemikiran dan kerjasama pengembangan pesantren. Keanggotaan GAPI adalah para pengasuh pesantren.
Baca juga:RMI PBNU: Santri Harus Lakukan Transformasi Digital di Pesantren
"Para deklarator GAPI berkomitmen akan terus menjalin silaturrahim kepada seluruh pengasuh pesatren seluruh Indonesia untuk menguatkan peran pendidikan pesantren, peran dakwah dan peran pemberdayaan ekonomi umat," ujar kyai Cholil dalam keterangannya dikutip Kamis (21/10).
Dalam kesempatan sama, Rois Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, mengurai tentang pentingnya kegiatan maulid Nabi Muhammad saw. Menurut dia, hal itu adalah ungkapan dari kegembiraan atas lahirnya Rasulullah saw.
Baca juga:Jazuli: Para Ulama Merupakan Benteng Moral Bangsa Indonesia
"Itu amanah Al-Qur’an agar umat Islam lebih merasa senang dengan kelahiran Rasulullah dibanding dengan harta yang dikumpulkan dan jabatan yang diraihnya," ujar kyai Mif.