Terinspirasi Ki Hajar Dewantara, Pesantren Harus Jadi Sistem Pendidikan Nasional
Muhajirin
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 08:31 WIB
Ki Hajar Dewantara (Dok LP3M Yogyakarta)
Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, menilai masa depan kejayaan pendidikan Indonesia berada di tangan pesantren. Keunggulan sistem pesantren ini pun diakui oleh Ki Hajar Dewantara.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, pada November 1928, Ki Hajar Dewantara sudah menulis satu artikel dengan judul ‘Sistem Pondok dan Asrama itulah Sistem Nasional di Majalah Wasita. Konsep pesantren perlu dijadikan sistem pendidikan nasional.
“Menurut saya, sekarang inilah saatnya kita mewujudkan cita-cita Ki Hajar Dewantara ini, bahwa sebetulnya sistem pendidikan nasional itu adalah sistem pondok itu,” kata Adian dalam Peringatan Hari Santri Nasional secara daring, Kamis malam (21/10/20210).
Baca Juga: Paparkan Sejarah Hari Santri, Ketua DDII: Pesantren Didirikan untuk Lahirkan Pejuang
Ki Hajar Dewantara menyebut hakikat pesantren adalah terjadinya proses interaksi intensif antara kiai dan santri, sehingga terjadi proses pengajaran dan pendidikan.
“Mulai zaman dahulu hingga sekarang kita mempunyai rumah pengajaran yang juga menjadi rumah pendidikan, yaitu kalau sekarang disebut pondok pesantren. Kalau zaman dulu dinamakan priwatan atau asrama. Sifat pesantren atau pondok dan asrama yaitu rumah kiai guru (Ki Hajar), yang dipakai buat pondokan santri-santri (cantrik-cantrik) dan bua rumah pengajaran juga. Di situ karena guru dan murid tiap hari, siang malam berkumpul jadi satu, maka pengajaran dengan sendiri selalu berhubungan dengan pendidikan,” demikian Adian Husain mengutip penjelasan Ki Hajar Dewantara.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, pada November 1928, Ki Hajar Dewantara sudah menulis satu artikel dengan judul ‘Sistem Pondok dan Asrama itulah Sistem Nasional di Majalah Wasita. Konsep pesantren perlu dijadikan sistem pendidikan nasional.
“Menurut saya, sekarang inilah saatnya kita mewujudkan cita-cita Ki Hajar Dewantara ini, bahwa sebetulnya sistem pendidikan nasional itu adalah sistem pondok itu,” kata Adian dalam Peringatan Hari Santri Nasional secara daring, Kamis malam (21/10/20210).
Baca Juga: Paparkan Sejarah Hari Santri, Ketua DDII: Pesantren Didirikan untuk Lahirkan Pejuang
Ki Hajar Dewantara menyebut hakikat pesantren adalah terjadinya proses interaksi intensif antara kiai dan santri, sehingga terjadi proses pengajaran dan pendidikan.
“Mulai zaman dahulu hingga sekarang kita mempunyai rumah pengajaran yang juga menjadi rumah pendidikan, yaitu kalau sekarang disebut pondok pesantren. Kalau zaman dulu dinamakan priwatan atau asrama. Sifat pesantren atau pondok dan asrama yaitu rumah kiai guru (Ki Hajar), yang dipakai buat pondokan santri-santri (cantrik-cantrik) dan bua rumah pengajaran juga. Di situ karena guru dan murid tiap hari, siang malam berkumpul jadi satu, maka pengajaran dengan sendiri selalu berhubungan dengan pendidikan,” demikian Adian Husain mengutip penjelasan Ki Hajar Dewantara.