Ketua DPRD DKI Dorong Pemuda Persis Fokus Kaderisasi dan Keilmuan
Ahmad zuhdi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:25 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta, Ustaz Suhud Alynudin, menekankan pentingnya pembentukan kader muda yang seimbang. Foto: Henri LH.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Ustaz Suhud Alynudin, menekankan pentingnya pembentukan kader muda yang seimbang antara keteguhan spiritual, kecerdasan intelektual, keterampilan fisik, serta kemandirian ekonomi. Pesan strategis tersebut disampaikannya dalam pidato nasihat kebangsaan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Pemuda Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta di Rumah Batavi, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kesempatannya, Ustaz Suhud mengambil keteladanan dari kisah Ashabul Kahfi sebagai pendorong semangat bagi generasi muda. "Pemuda ideal adalah mereka yang beriman teguh dan berani memperjuangkan prinsip hidup atas dasar pemahaman serta kesadaran yang mendalam," kata Ustaz Suhud.
Ustaz Suhud turut mengingatkan agar wadah organisasi kepemudaan tidak sekadar terjebak dalam rutinitas seremonial pergantian pengurus semata. Sebuah organisasi, kata dia, harus mampu memberikan dampak positif yang nyata dan konkret bagi masyarakat.
"Organisasi harus memiliki output dan outcome yang jelas. Jangan sampai hanya berganti kepengurusan, tetapi tidak menghasilkan perubahan yang berarti," tegas dia di hadapan para peserta Muswil.
Baca Juga:Legislator Dorong Kader Muda Perkuat Riset dan Berpikir Kritis
Lebih jauh, Ustaz Suhud memaparkan bahwa keberhasilan pembinaan kader terletak pada empat pilar mendasar yang saling menopang. Pertama adalah aspek ruhiyah atau spiritualitas, yang berfokus pada pembentukan keimanan kokoh sebagai fondasi utama setiap individu.
"Kedua, aspek fikriyah atau intelektual, yakni pengasahan daya pikir kritis dan argumentatif agar para kader mampu menjawab berbagai tantangan serta isu-isu kontemporer," katanya.
Dalam kesempatannya, Ustaz Suhud mengambil keteladanan dari kisah Ashabul Kahfi sebagai pendorong semangat bagi generasi muda. "Pemuda ideal adalah mereka yang beriman teguh dan berani memperjuangkan prinsip hidup atas dasar pemahaman serta kesadaran yang mendalam," kata Ustaz Suhud.
Ustaz Suhud turut mengingatkan agar wadah organisasi kepemudaan tidak sekadar terjebak dalam rutinitas seremonial pergantian pengurus semata. Sebuah organisasi, kata dia, harus mampu memberikan dampak positif yang nyata dan konkret bagi masyarakat.
"Organisasi harus memiliki output dan outcome yang jelas. Jangan sampai hanya berganti kepengurusan, tetapi tidak menghasilkan perubahan yang berarti," tegas dia di hadapan para peserta Muswil.
Baca Juga:Legislator Dorong Kader Muda Perkuat Riset dan Berpikir Kritis
Lebih jauh, Ustaz Suhud memaparkan bahwa keberhasilan pembinaan kader terletak pada empat pilar mendasar yang saling menopang. Pertama adalah aspek ruhiyah atau spiritualitas, yang berfokus pada pembentukan keimanan kokoh sebagai fondasi utama setiap individu.
"Kedua, aspek fikriyah atau intelektual, yakni pengasahan daya pikir kritis dan argumentatif agar para kader mampu menjawab berbagai tantangan serta isu-isu kontemporer," katanya.