Tiga Pilar Kepemimpinan: Takwa, Integritas, dan Solusi untuk Umat
Ahmad zuhdi
Ahad, 26 Juli 2026 - 06:19 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (Persis), Hilman Rasyid. Foto: Henri LH.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (Persis), Hilman Rasyid mengajak seluruh kader untuk merenungkan pesan Al-Qur'an tentang pentingnya menyiapkan generasi yang kuat. Menurutnya, ancaman terbesar umat saat ini bukan hanya kelemahan ekonomi, tetapi juga lemahnya iman, ilmu, moral, dan kepemimpinan.
Hal ini disampaikan Hilman dalam kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persis DKI Jakarta yang digelar di Rumah Batavi, Jakarta Utara, akhir pekan ini. Ia menegaskan, organisasi kepemudaan Islam memiliki tanggung jawab untuk memastikan lahirnya generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Kita harus khawatir terhadap lahirnya generasi yang lemah iman, lemah ilmu, lemah moral, lemah ekonomi, bahkan lemah kepemimpinan. Pemuda Persis tidak boleh membiarkan anak-anak muda terjerumus dalam kebodohan, hedonisme, kemiskinan, dan krisis identitas," kata dia.
Menurut Hilman, Musywil harus menjadi momentum untuk memperkuat proses kaderisasi agar mampu melahirkan generasi Muslim yang unggul, berkarakter, dan siap memimpin umat. Selain menyoroti pentingnya kaderisasi, Hilman menekankan bahwa kepemimpinan organisasi harus dibangun di atas fondasi ketakwaan dan integritas.
Ia mengingatkan, sehebat apa pun konsep organisasi dan strategi yang dirancang, semuanya akan kehilangan keberkahan apabila tidak dilandasi keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. "Takwa adalah kunci utama. Sehebat apa pun strategi organisasi, jika kehilangan ruh ketakwaan dan keikhlasan maka akan kehilangan keberkahannya," ucap Hilman.
Baca Juga:Legislator Dorong Kader Muda Perkuat Riset dan Berpikir Kritis
Karena itu, ia meminta, peserta Muswil memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan kesiapan berkhidmat, bukan karena kedekatan kelompok atau pertimbangan emosional. "Pilihlah pemimpin yang paling bertakwa, paling siap berkhidmat, dan memiliki komitmen untuk memajukan jam'iyyah," pesannya.
Hal ini disampaikan Hilman dalam kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persis DKI Jakarta yang digelar di Rumah Batavi, Jakarta Utara, akhir pekan ini. Ia menegaskan, organisasi kepemudaan Islam memiliki tanggung jawab untuk memastikan lahirnya generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Kita harus khawatir terhadap lahirnya generasi yang lemah iman, lemah ilmu, lemah moral, lemah ekonomi, bahkan lemah kepemimpinan. Pemuda Persis tidak boleh membiarkan anak-anak muda terjerumus dalam kebodohan, hedonisme, kemiskinan, dan krisis identitas," kata dia.
Menurut Hilman, Musywil harus menjadi momentum untuk memperkuat proses kaderisasi agar mampu melahirkan generasi Muslim yang unggul, berkarakter, dan siap memimpin umat. Selain menyoroti pentingnya kaderisasi, Hilman menekankan bahwa kepemimpinan organisasi harus dibangun di atas fondasi ketakwaan dan integritas.
Ia mengingatkan, sehebat apa pun konsep organisasi dan strategi yang dirancang, semuanya akan kehilangan keberkahan apabila tidak dilandasi keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. "Takwa adalah kunci utama. Sehebat apa pun strategi organisasi, jika kehilangan ruh ketakwaan dan keikhlasan maka akan kehilangan keberkahannya," ucap Hilman.
Baca Juga:Legislator Dorong Kader Muda Perkuat Riset dan Berpikir Kritis
Karena itu, ia meminta, peserta Muswil memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, integritas, dan kesiapan berkhidmat, bukan karena kedekatan kelompok atau pertimbangan emosional. "Pilihlah pemimpin yang paling bertakwa, paling siap berkhidmat, dan memiliki komitmen untuk memajukan jam'iyyah," pesannya.