Jelang Muktamar Ke-35 NU, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Uang
Esti setiyowati
Senin, 27 Juli 2026 - 17:43 WIB
Ilustrasi politik uang. Foto: Pexels/Ahsanjaya
Peneliti dan pengamat kebijakan publik, Ah Maftuchan, mengingatkan pentingnya langkah antisipatif praktik politik uang menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Menurut Maftuchan, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar proses pemilihan kepemimpinan di tubuh NU berlangsung secara jujur, adil, dan menjunjung tinggi integritas organisasi.
Baca juga:Jelang Muktamar NU 2026, Delapan Figur Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Salah satu langkah yang dinilai efektif ialah memastikan seluruh kebutuhan peserta muktamar dipenuhi oleh panitia atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan begitu, para peserta tidak memiliki ketergantungan kepada pihak tertentu yang berpotensi memengaruhi pilihan politik mereka.
"Terkait dengan potensi politik uang di dalam muktamar, ini sesuatu yang harus kita cegah sejak awal," kata Maftuchan, dikutip dari NU Online pada Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, PBNU perlu menjamin seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti muktamar, mulai dari biaya perjalanan menuju lokasi dan kembali ke daerah asal, akomodasi, konsumsi, hingga uang saku apabila memungkinkan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut bisa menjadi strategi untuk menutup celah munculnya praktik politik uang.
Menurut Maftuchan, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar proses pemilihan kepemimpinan di tubuh NU berlangsung secara jujur, adil, dan menjunjung tinggi integritas organisasi.
Baca juga:Jelang Muktamar NU 2026, Delapan Figur Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Salah satu langkah yang dinilai efektif ialah memastikan seluruh kebutuhan peserta muktamar dipenuhi oleh panitia atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan begitu, para peserta tidak memiliki ketergantungan kepada pihak tertentu yang berpotensi memengaruhi pilihan politik mereka.
"Terkait dengan potensi politik uang di dalam muktamar, ini sesuatu yang harus kita cegah sejak awal," kata Maftuchan, dikutip dari NU Online pada Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, PBNU perlu menjamin seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti muktamar, mulai dari biaya perjalanan menuju lokasi dan kembali ke daerah asal, akomodasi, konsumsi, hingga uang saku apabila memungkinkan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut bisa menjadi strategi untuk menutup celah munculnya praktik politik uang.