Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
Tim langit 7
Selasa, 04 Agustus 2026 - 21:47 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Teluk Bintuni;Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan perkaderan Baitul Arqam (BA) untuk pertama kalinya pada 22–24 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan ideologi persyarikatan di pulau paling timur Indonesia.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam ceramahnya di UNIMUTU menekankan pentingnya pemahaman keagamaan yang khas di lingkungan Persyarikatan.
"Muhammadiyah memiliki rumusan-rumusan khas yang membedakan pemahaman keagamaan, keislaman, dan keberagamaan dengan yang lain. Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam berkemajuan, sehingga cara berpikir dan bertindak pun harus selalu selangkah di depan," papar pria yang akrab disapa Gus Bach tersebut, Rabu (4/8/2026).
Gus Bach, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menegaskan bahwa sebagai gerakan keagamaan, Muhammadiyah harus terus hadir dan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya pembinaan ideologi yang masif, terutama di lingkungan perguruan tinggi.
"Pembinaan ideologi harus terus berdenyut di semua lini, terutama kampus. Kampus sebagai rumah peradaban perlu memancarkan sinarnya untuk kehidupan umat Islam yang lebih luas," pungkas Gus Bach.
Sementara itu, Master of Training Baitul Arqam UNIMUTU, M. Irfan Islami, menyebut penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat serta didukung penuh oleh PWM Papua Barat ini sebagai momentum penting bagi tumbuh dan berkembangnya kaderisasi Muhammadiyah di Tanah Papua.
"Inisiasi pelaksanaan rangkaian perkaderan ini bukan hanya untuk optimalisasi kehadiran instruktur nasional di Papua Barat, namun juga menjadi momentum tumbuhnya kebersamaan dan semangat bangkit bersama dalam mengibarkan bendera Sang Surya di pulau paling timur Indonesia melalui gerakan kaderisasi yang intensif dan berkelanjutan," ujar Irfan.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam ceramahnya di UNIMUTU menekankan pentingnya pemahaman keagamaan yang khas di lingkungan Persyarikatan.
"Muhammadiyah memiliki rumusan-rumusan khas yang membedakan pemahaman keagamaan, keislaman, dan keberagamaan dengan yang lain. Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam berkemajuan, sehingga cara berpikir dan bertindak pun harus selalu selangkah di depan," papar pria yang akrab disapa Gus Bach tersebut, Rabu (4/8/2026).
Gus Bach, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menegaskan bahwa sebagai gerakan keagamaan, Muhammadiyah harus terus hadir dan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya pembinaan ideologi yang masif, terutama di lingkungan perguruan tinggi.
"Pembinaan ideologi harus terus berdenyut di semua lini, terutama kampus. Kampus sebagai rumah peradaban perlu memancarkan sinarnya untuk kehidupan umat Islam yang lebih luas," pungkas Gus Bach.
Sementara itu, Master of Training Baitul Arqam UNIMUTU, M. Irfan Islami, menyebut penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat serta didukung penuh oleh PWM Papua Barat ini sebagai momentum penting bagi tumbuh dan berkembangnya kaderisasi Muhammadiyah di Tanah Papua.
"Inisiasi pelaksanaan rangkaian perkaderan ini bukan hanya untuk optimalisasi kehadiran instruktur nasional di Papua Barat, namun juga menjadi momentum tumbuhnya kebersamaan dan semangat bangkit bersama dalam mengibarkan bendera Sang Surya di pulau paling timur Indonesia melalui gerakan kaderisasi yang intensif dan berkelanjutan," ujar Irfan.