BNPB Perkuat Destana Jatim demi Kesiapsiagaan Bencana dan Ekonomi
Ahmad zuhdi
Kamis, 06 Agustus 2026 - 07:05 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M (Kemeja dan rompi hijau) saat berdialog dengan para pelaku Destana di Kota Batu, Jawa Timur pada Rabu (5/8/2026). Foto: Dok BNPB.
Maraknya bencana alam di Jawa Timur mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terus mengakselerasi kesiapsiagaan warga melalui skema Desa Tangguh Bencana (Destana). Dalam menyukseskan program ini, BNPB menjalin kolaborasi lintas sektor bersama Kemitraan Australia-Indonesia lewat program SIAP SIAGA guna meminimalkan risiko serta dampak kehancuran saat bencana menerpa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdiskusi sekaligus memberikan pengarahan langsung kepada para pejabat daerah serta penggerak Destana di Kota Malang. Pertemuan ini difokuskan sebagai ruang berbagi pengalaman atas praktik mitigasi terbaik agar dapat direplikasi oleh wilayah lain. Dalam arahannya, Suharyanto meminta keberhasilan Destana yang sudah berjalan dapat dipertahankan dan ditularkan ke desa-desa tetangga.
"Forum destana dan forum pengurangan risiko bencana juga perlu dimaksimalkan, karena pencegahan menjadi aspek yang sangat penting dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan," kata Suharyanto, Rabu (5/8/2026).
Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam pencegahan akan berdampak sangat fatal bagi masyarakat. "Jika sudah terjadi bencana, dampak yang ditanggung oleh masyarakat dan bangsa jauh lebih besar, dari mulai korban dan kerugian harta benda," tuturnya.
Destana sendiri merupakan model desa yang dibentuk agar memiliki ketangguhan mandiri dalam mengadaptasi risiko, menghadapi ancaman, hingga bangkit pascabencana. Suharyanto menegaskan bahwa keikutsertaan warga dalam program ini terbukti ampuh menyelamatkan nyawa secara nyata, bukan sekadar kegiatan formalitas belakangan ini.
"Adanya Destana benar-benar berfungsi tidak hanya kegiatan seremonial. Sempat terjadi peristiwa penyelamatan heroik, seorang kepala desa dan kepala kampung," ungkapnya.
Baca Juga:Tengku Firmansyah dan Nikita Willy Hadiri Soft Launching Masjid Bekas Studio Musik di Kanada
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdiskusi sekaligus memberikan pengarahan langsung kepada para pejabat daerah serta penggerak Destana di Kota Malang. Pertemuan ini difokuskan sebagai ruang berbagi pengalaman atas praktik mitigasi terbaik agar dapat direplikasi oleh wilayah lain. Dalam arahannya, Suharyanto meminta keberhasilan Destana yang sudah berjalan dapat dipertahankan dan ditularkan ke desa-desa tetangga.
"Forum destana dan forum pengurangan risiko bencana juga perlu dimaksimalkan, karena pencegahan menjadi aspek yang sangat penting dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan," kata Suharyanto, Rabu (5/8/2026).
Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam pencegahan akan berdampak sangat fatal bagi masyarakat. "Jika sudah terjadi bencana, dampak yang ditanggung oleh masyarakat dan bangsa jauh lebih besar, dari mulai korban dan kerugian harta benda," tuturnya.
Destana sendiri merupakan model desa yang dibentuk agar memiliki ketangguhan mandiri dalam mengadaptasi risiko, menghadapi ancaman, hingga bangkit pascabencana. Suharyanto menegaskan bahwa keikutsertaan warga dalam program ini terbukti ampuh menyelamatkan nyawa secara nyata, bukan sekadar kegiatan formalitas belakangan ini.
"Adanya Destana benar-benar berfungsi tidak hanya kegiatan seremonial. Sempat terjadi peristiwa penyelamatan heroik, seorang kepala desa dan kepala kampung," ungkapnya.
Baca Juga:Tengku Firmansyah dan Nikita Willy Hadiri Soft Launching Masjid Bekas Studio Musik di Kanada