home edukasi & pesantren

253 Sekolah di NTT Terdampak Gempa, Kemendikdasmen Gerak Cepat Pemulihan Hingga Siapkan Ruang Kelas Darurat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:22 WIB
253 Sekolah di NTT Terdampak Gempa, Kemendikdasmen Gerak Cepat Pemulihan Hingga Siapkan Ruang Kelas Darurat
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 di Laut Flores yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026, menimbulkan kerusakan pada 253 satuan pendidikan yang tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Ratusan satuan pendidikan tersebut terdiri atas 199 satuan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB (kewenangan kabupaten) dan 54 satuan jenjang SMA/SMK/SLB (kewenangan provinsi).

Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Hingga saat ini Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan terus melakukan proses pendataan dan penanganan kerusakan.

Kabupaten Manggarai Timur merupakan wilayah dengan kerusakan terparah. Total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak, lalu Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 52 satuan pendidikan.

Sedangkan di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru.

Baca juga:Hari Ketiga Pascagempa, Istana Belum Bisa Pastikan Kapan Presiden Kunjungi NTT

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan pendataan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya