home lifestyle muslim

Jangan Diteruskan, Helicopter Parenting Bisa Merugikan Anak

Senin, 25 Oktober 2021 - 18:35 WIB
Pemahaman dari helicopter parenting sendiri merupakan pola asuh dimana orang tua terlalu berlebihan memberi perhatian. Foto : LANGIT7/iStock
Helicopter Parenting atau pengasuhan helikopter menjadi istilah yang ramai jadi perbincangan belakangan ini. Pemahaman dari helicopter parenting sendiri merupakan pola asuh dimana orang tua terlalu berlebihan memberi perhatian.

Mulai dari kegiatan sekolah, rutinitas, hingga kebiasaan anak. Hal itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan orang tua menghindari anak-anaknya dari rasa kecewa. Tujuan dari perhatian secara ekstrim tersebut agar mereka dapat sukses dalam hidup.

Pemahaman helicopter parenting karena orang tua seperti mengawasi anak-anak dengan terlibat secara langsung di setiap aktivitas anaknya. Tanpa sadar, orang tua yang memiliki pola asuh seperti ini sama juga memberlakukan pengasuhan buldoser atau mesin pemotong rumput yang merobohkan rintangan anak-anak mereka dengan tujuan mempermudah anak-anak meraih kesuksesan.

Seringkali, orang tua dengan pengasuhan seperti ini memiliki pendidikan tinggi dan pernah melalui jalan sulit dalam hidup mereka. Sehingga, mereka merasa perlu untuk melindungi anaknya dari segala rasa sakit.

Baca juga :Memperbaiki Pola Pengasuhan Orang Tua Terhadap Anak

Tapi, tahukah Anda bila pola asuh ini memiliki konsekuensi bagi anak-anak mereka? Melansir dari New Indian Express, beberapa risiko dari helicopter parenting ini, diantaranya mereka jadi tidak mandiri, sulit mengambil keputusan dan cenderung menjadi depresi juga punya kecemasan yang tinggi.

Alih-alih membuat anak terhindar dari rasa cemas, helicopter parenting malah menjadikan anak-anak mudah depresi. Sebab, mereka harus terus berusaha menyenangkan orang tua karena instruksi yang konsisten diberikan orang tua.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
parenting pola asuh orang tua anak
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya