home edukasi & pesantren

Jahiliyah Era Modern, Suka Narsis dan Gemar Menindas yang Lemah

Senin, 25 Oktober 2021 - 21:32 WIB
ilustrasi pria narsistik (foto: langit7.id/istock)
Kerap kata jahiliyah diartikan sebagai kebodohan, kuno, kehidupan yang amat sederhana, tidak bisa membaca, dan tidak mempunyai pengetahuan teknologi. Padahal sejatinya tidak sebatas demikian, terlebih di era modern teknologi menjadi hal yang lazim. Jahiliyah modern menjadi istilah baru untuk menggambarkan masyarakat yang tak lagi merasa malu melakukan kemungkaran, kezaliman, kebatilan, dan kemaksiatan.

Dalam Islam, jahiliyah adalah tidak mengenal tauhid, tidak menggunakan hati dan pikiran. Orang jahiliyah sadar jika melakukan perkara yang salah, namun mereka tetap pada kesombongan dan keangkuhan. Ibarat masyarakat jahiliyah era Rasulullah, mereka cerdas namun memilih untuk musyrik.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menjelaskan tiga ciri jahiliyah modern. Pertama, jahiliyah tidak sama dengan bodoh. masyarakat jahiliyah bukan masyarakat bodoh sesuai pengertian ilmu pengetahuan.

“Sebagian besar masyarakat Arab pada masa itu pandai bersastra bahkan menulis karya-karya yang bernilai puisi tinggi,” ucap Mu’ti, dikutip laman Muhammadiyah. Senin (25/10/2021).

Baca Juga:Prof Abdul Muti: Digitalisasi Membawa Dampak Positif jika Dihadapi dengan Bijak

Jahiliyah merupakan sifat yang merujuk pada kebodohan manusia dalam memaknai Tuhan dan kemanusiaan.

Kedua, jahiliyah adalah membanggakan diri secara berlebihan. Ada beberapa macam penjelasan terkait jahiliyah dalam Al-Qur’an. Misalnya istilah jahiliyah dalam surah Al-Ahzab ayat ke-33.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah tausiyah abdul mu’ti
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya