Bahasa Indonesia Semakin Diminati di Arab Saudi
Lusi mahgriefie
Kamis, 10 September 2026 - 08:03 WIB
Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majmaah sukses dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2026. Foto: dok. Kemendikdasmen
Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma'ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2026.
Sebanyak 49 peserta yang merupakan angkatan pertama program tersebut telah diwisuda. Acara digelar di aula Universitas Majma'ah pada tanggal 6 September 2026 lalu.
Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma’ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma'ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.
Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini.
"Penghargaan peserta yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari," ungkap Irfan dalam keterangannya.
Baca juga:Setelah 10 Bulan Belajar Bahasa Indonesia, Mahasiswa KNB UB Rayakan Kelulusan di Bromo
Sementara itu, Rektor Universitas Majma'ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.
Sebanyak 49 peserta yang merupakan angkatan pertama program tersebut telah diwisuda. Acara digelar di aula Universitas Majma'ah pada tanggal 6 September 2026 lalu.
Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma’ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma'ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.
Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini.
"Penghargaan peserta yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari," ungkap Irfan dalam keterangannya.
Baca juga:Setelah 10 Bulan Belajar Bahasa Indonesia, Mahasiswa KNB UB Rayakan Kelulusan di Bromo
Sementara itu, Rektor Universitas Majma'ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.