Najeela Shihab: Hubungan Erat Keluarga Pengaruhi Kompetensi Akademis dan Sosial Anak
Muhajirin
Selasa, 02 November 2021 - 10:34 WIB
Psikolog Najeela Shihab (foto: Instagram/@Najeelashihab)
Psikolog anak dan keluarga, Najeela Shihab, menjelaskan pentingnya hubungan erat dan hangat antara ibu dan anak. Hubungan erat dapat menghindarkan anak dari perilaku negatif. Hubungan yang erat juga dapat mengurangi risiko anak memiliki hubungan tidak sehat di masa depan.
Hubungan erat dalam keluarga berdampak pada kompetensi akademis dan sosial anak. Tidak hanya membantu anak mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan saja, namun hal itu juga dapat memberi anak kepercayaan diri untuk mengeksplorasi berbagai pilihan karier dan membuat transisi karir yang sukses.
Para peneliti menemukan, kepekaan dan daya tanggap seorang ibu berdampak pada kehidupan seorang anak. Kepekaan dan rasa tanggap yang tinggi bisa memiliki konsekuensi seumur hidup bagi kompetensi akademis dan sosial anak.
Selain pengembangan keterampilan akademis dan sosial, penelitian lain juga menyebutkan, interaksi dan hubungan ibu-anak yang positif berperan penting dalam pengembangan karier anak-anak. Seorang ibu adalah penyedia empat kebutuhan utama anak, yakni dicintai tanpa syarat, ditenangkan saat stress, kejujuran dalam hubungan, dan tempat membangun pertemanan yang hangat.
Namun, Najeela mengingat, keempat hal tersebut juga perlu dimiliki oleh seorang anak. “Sebagai anak, sudah sepatutnya kita juga membalas kebaikan ibu dengan berusaha memenuhi apa yang dibutuhkannya,” Najeela, dikutip laman NU, Selasa (2/11/2021).
“Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghabiskan waktu bersamanya tanpa ada distraksi apapun, sehingga ibu merasa benar-benar diperhatikan secara penuh, diapresiasi dan dicintai khususnya di momen-momen tertentu,” ucapnya.
Putri Sulung Prof Quraish Shihab ini mengatakan, membangun relasi yang baik antar anggota keluarga menjadi pondasi penting. Itu akan menjadi lebih jika dilakukan bersama-sama. Itu untuk menumbuhkan rasa percaya dan kenyamanan antara satu dengan lainnya.
Hubungan erat dalam keluarga berdampak pada kompetensi akademis dan sosial anak. Tidak hanya membantu anak mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan saja, namun hal itu juga dapat memberi anak kepercayaan diri untuk mengeksplorasi berbagai pilihan karier dan membuat transisi karir yang sukses.
Para peneliti menemukan, kepekaan dan daya tanggap seorang ibu berdampak pada kehidupan seorang anak. Kepekaan dan rasa tanggap yang tinggi bisa memiliki konsekuensi seumur hidup bagi kompetensi akademis dan sosial anak.
Selain pengembangan keterampilan akademis dan sosial, penelitian lain juga menyebutkan, interaksi dan hubungan ibu-anak yang positif berperan penting dalam pengembangan karier anak-anak. Seorang ibu adalah penyedia empat kebutuhan utama anak, yakni dicintai tanpa syarat, ditenangkan saat stress, kejujuran dalam hubungan, dan tempat membangun pertemanan yang hangat.
Namun, Najeela mengingat, keempat hal tersebut juga perlu dimiliki oleh seorang anak. “Sebagai anak, sudah sepatutnya kita juga membalas kebaikan ibu dengan berusaha memenuhi apa yang dibutuhkannya,” Najeela, dikutip laman NU, Selasa (2/11/2021).
“Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghabiskan waktu bersamanya tanpa ada distraksi apapun, sehingga ibu merasa benar-benar diperhatikan secara penuh, diapresiasi dan dicintai khususnya di momen-momen tertentu,” ucapnya.
Putri Sulung Prof Quraish Shihab ini mengatakan, membangun relasi yang baik antar anggota keluarga menjadi pondasi penting. Itu akan menjadi lebih jika dilakukan bersama-sama. Itu untuk menumbuhkan rasa percaya dan kenyamanan antara satu dengan lainnya.