Mengenal Sejarah Penulisan Alquran di Masa Sahabat
Fajar adhitya
Rabu, 03 November 2021 - 20:10 WIB
Seniman asal Pakistan Shahid Rassam tengah merampungkan proyek langka Alquran terbesar di dunia. Foto : Arab News
Penulisan Alquran setelah Rasulullah wafat kembali dilakukan pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Penulisan Alquran setelah Rasulullah wafat menghasilkan mushaf Alquran yang terstandardisasi.
Penulisan kembali ayat-ayat Alquran dipelopori oleh Umar bin Khattab pada era kekhalifahan Abu Bakar. Banyaknya ahlul qur’an (qurra dan huffadz) yang wafat akibat perang Yamamah menajdi kerisauan Umar bin Khattab yang khawatir Alquran akan hilang.
Umar lalu mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar segera membukukan Alquran. Khalifah Abu Bakar kemudian meminta Zaid bin Tsabit mengumpulkan lembaran Alquran yang pernah ditulis di pelepah kurma, kepingan batu, kulit yang sudah disamak, dan hafalan para sahabat.
Baca Juga:Pentingnya Menjaga Kewaspadaan dan Kewarasan Menuju Kehidupan Normal
Lembaran-lembaran Alquran yang telah sempurna tersebut kemudian diserakhan kepada khalifah hingga wafatnya. Setelah Abu Bakar tiada, lembaran Alquran yang telah terkumpul itu dipegang Umar bin Khaththab.
Pengumpulan Alquran berikutnya terjadi pada masa Khalifah Usman. Perintisannya dipicu oleh perbedaan qiraah (cara membaca) ayat-ayat Alquran di kalangan masyarakat muslim.
Perbedaan ini menimbulkan keraguan tentang mana bacaan Alquran yang baku, yang sesuai dengan ajaran Rasulullah atau tidak. Khalifah Utsman lalu menginisiasi penulisan dan pembukuan Alquran yang terstandardisasi.
Penulisan kembali ayat-ayat Alquran dipelopori oleh Umar bin Khattab pada era kekhalifahan Abu Bakar. Banyaknya ahlul qur’an (qurra dan huffadz) yang wafat akibat perang Yamamah menajdi kerisauan Umar bin Khattab yang khawatir Alquran akan hilang.
Umar lalu mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar segera membukukan Alquran. Khalifah Abu Bakar kemudian meminta Zaid bin Tsabit mengumpulkan lembaran Alquran yang pernah ditulis di pelepah kurma, kepingan batu, kulit yang sudah disamak, dan hafalan para sahabat.
Baca Juga:Pentingnya Menjaga Kewaspadaan dan Kewarasan Menuju Kehidupan Normal
Lembaran-lembaran Alquran yang telah sempurna tersebut kemudian diserakhan kepada khalifah hingga wafatnya. Setelah Abu Bakar tiada, lembaran Alquran yang telah terkumpul itu dipegang Umar bin Khaththab.
Pengumpulan Alquran berikutnya terjadi pada masa Khalifah Usman. Perintisannya dipicu oleh perbedaan qiraah (cara membaca) ayat-ayat Alquran di kalangan masyarakat muslim.
Perbedaan ini menimbulkan keraguan tentang mana bacaan Alquran yang baku, yang sesuai dengan ajaran Rasulullah atau tidak. Khalifah Utsman lalu menginisiasi penulisan dan pembukuan Alquran yang terstandardisasi.