home edukasi & pesantren

Benarkah Nabi Muhammad SAW Sama Sekali Tidak Bisa Membaca dan Menulis?

Kamis, 04 November 2021 - 14:48 WIB
ilustrasi ayat dari wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk membaca (foto: istimewa)
Akhir-akhir ini ramai muncul perdebatan terkait kemampuan Rasulullah SAW membaca dan menulis. Ada kalangan yang menyebut baginda Nabi Muhammad SAW sebenarnya bisa membaca dan menulis. Pendapat ini tentu bertolak belakang dengan literasi yang telah berkembang sejak awal bahwa baginda nabi seorang ummi, tidak bisa membaca dan menulis.

Pakar Sirah Nabawiyah, Ustadz Asep Sobari, menjelaskan, salah satu sejarawan yang menyebut baginda nabi bisa baca tulis adalah Abdul Ghalib Al-Baaji, ulama dari Andalusia. Demikian pula Kamus Al-Kulliyyaat mengangkat informasi tersebut.

Namun pada dasarnya, Abdul Khaliq Al-Baaji maupun Kamus Al-Kulliyaat menyebut Rasulullah tidak bisa baca tulis ketika pertama kali menerima wahyu. Itu dilihat dari sisi mukjizat. Ada logika yang bermain di situ, seorang yang tidak bisa baca tulis namun menjadi orang paling tinggi ilmunya hingga menjadi orang terhebat sepanjang sejarah.

“Karena orang bisa tidak bisa tanpa baca tulis, kemudian pengetahuan ilmunya begitu luas. Itu mukjizat sebagai pembuktian kepada orang-orang musyrik,” kata Ustadz Asep Sobari melalui kanal youtube Sirah Community, dikutip Kamis (4/11/2021).

Abdul Ghalib Al-Baaji menyebut Rasulullah bisa baca tulis setelah tujuan mukjizat itu tercapai. Rasulullah bisa baca tulis pada masa-masa akhir beliau. Artinya, dia tidak menolak jika baginda nabi tidak bisa membaca dan menulis ketika menerima wahyu pertama.

“Nah, sekarang yang ramai menolak dari awal, bahwa sejak menerima wahyu, Rasulullah SAW bisa baca tulis sebenarnya. Setahu saya, tidak ada ulama masa lalu yang mengatakan seperti itu, begitu juga Kamus Kulliyat. Memang awalnya tidak bisa, nanti di akhir usia beliau bisa baca tulis,” ucap Ustadz Asep Sobari.

Secara bahasa, ada titik kesepakatan antara yang menolak dan yang menerima. Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala mensifati Rasulullah sebagai orang ummy. Itu disebutkan dalam surah al-Araf ayat 157 dan surah Jumuah ayat 2.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pola hidup rasulullah nabi muhammad sirah nabawiyah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya