home sosok muslim

Buya Hamka Tak Hanya Ulama dan Sastrawan tapi juga Pejuang Kemerdekaan

Kamis, 04 November 2021 - 19:36 WIB
Buya Hamka muda (foto: istimewa)
Nama Buya Hamka tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pemilik nama lengkap Prof Dr H Abdul Malik Karim Amrullah itu adalah seorang ulama, sastrawan, dan wartawan yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Pria kelahiran 17 Februari 1908 di Kampung Molek, Maninjau Sumatera Barat itu terjun dalam dunia politik melalui Partai Masyumi. Melalui karya ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’, nama Hamka melambung sebagai sastrawan.

Hamka lebih dikenal sebagai sastrawan dan ulama, ketimbang pejuang kemerdekaan. Gelar pahlawan pun datang belakang. Baru menjelang Hari Pahlawan 10 November 2011, beliau mendapatkan penghargaan tersebut.

Mengutip laman uhamka.ac.id, Buya Hamka sejak selesai bertugas sebagai Konsul Muhammadiyah di Makassar pindah ke Medan (1936) juga aktif dalam perjuangan melawan Belanda. Perjuangan itu membuat beliau harus pindah ke Sumatera Barat pada 1945. Kiprah Buya Hamka dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan kian meningkat dalam kurung waktu 1945-1949. Kala itu, terjadi perang revolusi menentang Belanda.

Pada 1947, Buya Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional dengan anggota Chatib Sulaeman, Udin, Rangkayo Rasuna Said, dan Karim Halim. Selain itu, beliau diangkat oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta sebagai sekretaris Front Pertahanan Nasional.

Masa Muda

Buya Hamka merupakan putra tertua dari tujuh bersaudara. Beliau dididik dalam keluarga muslim. Sang ayah, Abdul Karim Amrullah, seorang ulama tersohor dari Minangkabau. Sang ibu, Siti Shafiyah, berasal dari keluarga seniman asal Minangkabau.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
buya hamka pahlawan islam jejak ulama ulama pahlawan nasional
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya