5 Nasihat Rasulullah soal Kematian, No 4 Jangan Minta Dimatikan
Muhammad rifai akif
Kamis, 04 November 2021 - 23:55 WIB
Ilustrasi korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia. Foto: Langit7.id/iStock
Kematian merupakan sesuatu yang pasti bagi setiap yang bernyawa termasuk manusia. Tidak ada yang bisa selamat dari kematian, karena itu Rasulullah SAW menitipkan lima nasihat jelang dijemputnya ajal.
Adakalanya, manusia sibuk mengejar kehidupan yang baik tetapi lalai mempersiapkan kematian terbaik. Tidak ada guna hidup bermewah-mewahan yang pada episode akhir menyeret ke su'ul khotimah gambaran hidup manusia yang berakhir buruk).
Baca Juga:Saling Mendoakan Sesama Muslim, Bacalah Doa Ini Saat Dengar Musibah
Islam mengajarkan ummatnya untuk menjaga keseimbangan hak dunia dan akhirat. Mengejar akhirat dengan melupakan dunia jangan pula dilakukan, terlebih menggadaikan akhirat demi kehidupan fana di dunia.
لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًافَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ
Bukankah orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain. (Hadits riwayat Ibnu Asakir dan Anas).
Ajal tidak pernah diketahui kapan akan terjadi. Untuk itu, ummat Islam dianjurkan segera menempuh jalan tobat demi mendulang akhir hidup husnul khotimah.
Adakalanya, manusia sibuk mengejar kehidupan yang baik tetapi lalai mempersiapkan kematian terbaik. Tidak ada guna hidup bermewah-mewahan yang pada episode akhir menyeret ke su'ul khotimah gambaran hidup manusia yang berakhir buruk).
Baca Juga:Saling Mendoakan Sesama Muslim, Bacalah Doa Ini Saat Dengar Musibah
Islam mengajarkan ummatnya untuk menjaga keseimbangan hak dunia dan akhirat. Mengejar akhirat dengan melupakan dunia jangan pula dilakukan, terlebih menggadaikan akhirat demi kehidupan fana di dunia.
لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًافَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ
Bukankah orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain. (Hadits riwayat Ibnu Asakir dan Anas).
Ajal tidak pernah diketahui kapan akan terjadi. Untuk itu, ummat Islam dianjurkan segera menempuh jalan tobat demi mendulang akhir hidup husnul khotimah.