LANGIT7.ID, Jakarta - Kematian merupakan sesuatu yang pasti bagi setiap yang bernyawa termasuk manusia. Tidak ada yang bisa selamat dari kematian, karena itu Rasulullah SAW menitipkan lima nasihat jelang dijemputnya ajal.
Adakalanya, manusia sibuk mengejar kehidupan yang baik tetapi lalai mempersiapkan kematian terbaik. Tidak ada guna hidup bermewah-mewahan yang pada episode akhir menyeret ke
su'ul khotimah gambaran hidup manusia yang berakhir buruk).
Baca Juga: Saling Mendoakan Sesama Muslim, Bacalah Doa Ini Saat Dengar MusibahIslam mengajarkan ummatnya untuk menjaga keseimbangan hak dunia dan akhirat. Mengejar akhirat dengan melupakan dunia jangan pula dilakukan, terlebih menggadaikan akhirat demi kehidupan fana di dunia.
لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ
Bukankah orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain. (Hadits riwayat Ibnu Asakir dan Anas).
Ajal tidak pernah diketahui kapan akan terjadi. Untuk itu, ummat Islam dianjurkan segera menempuh jalan tobat demi mendulang akhir hidup husnul khotimah.
Baca Juga: Mengantuk, Pengakuan Sopir sebelum Kecelakaan Renggut Nyawa Vanessa Angel
Baru saja terjadi kecelakaan maut yang merenggut nyawa artis sinetron ternama, Vanessa Angel dan suami Febri Andriansyah. Padahal, beberapa saat sebelum kejadian keduanya segar bugar.
Hal tersebut ditunjukkan dengan aktivitas digital keduanya. Namun, ajal datang menjemput keduanya saat Mitsubishi Pajero B 1264 BJU melintasi Tol Jombang-Mojokerto, KM 672.
Sudah banyak ayat di dalam Alquran yang mengingatkan bahwa hidup di dunia hanya sementara. Rasulullah SAW pun telah memberikan banyak nasihat mengenai kematian, agar umatnya menyiapkan amalan sebaik-baiknya.
Berikut 5 nasihat Rasulullah SAW tentang kematian dan manfaat mengingat kematian:1. Mempersiapkan Amal IbadahTidak ada teman abadi yang mendampingi manusia kecuali amal ibadah yang dipupuk saat di dunia. Bayangkan, kesuksesanmu di dunia yang dikejar mati-matian dari membuka hingga menutup mata tidak satupun menemanimu.
Melupakan kewajiban-kewajiban akhirat yang membuatmu bergelimang harta, jabatan terpandang dan strategis, sukses berbisnis dan lain-lain sesungguhnya mengantarmu pada siksa kubur yang pedih. Sebaliknya, jika kamu telah menyiapkan bekal untuk di akhirat kelak, maka amal baik akan melapangkan kubur dan menemani kamu sampai hari kiamat kelak.
Baca Juga: Begini Kondisi Anak Vanessa Angel Usai Kecelakaan Maut Ortunyaيَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya. (HR Bukhari).2. Berprasangka Baik kepada Allah SWTKehidupan dengan segala ketidakpastian suratan takdir harus dimaknai manusia sebagai motivasi untuk terus menjaga prasangka baik kepada Allah SWT. Tentunya sambil menjaga istiqomah dalam keimanan dan ketaatan.
Khusnuzon atau berprasangka baik berarti mengunggulkan atau mengutamakan sisi positif daripada sisi negatif. Sesuai dengan pesan Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari sahabat bernama Jabir bin Abdullah al-Anshari.
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda saat menjelang tiga hari sebelum beliau wafat, Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah SWT. (HR. Imam Muslim).Baca Juga: Vanessa Angel Kecelakaan, Polisi: Ada Lima Orang di Dalam Mobil
3. Banyak Mengingat KematianDengan mengingat kematian, manusia seharusnya menyadari segala kenikmatan yang diterima wajib disyukuri. Lebih dari itu, manusia juga seharusnya kian pandai meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatannya.
Hal tersebut juga tertulis dalam buku Etika Islam Menuju Evolusi Diri oleh Faidh Kasyani. Cara paling tepat untuk melupakan kenikmatan duniawi adalah dengan mengingat kematian.
Sebaiknya, kematian atau mati menjadi suatu agenda besar manusia yang tidak boleh dilupakan. Sedikit atau bahkan sekejap janganlah melupakan kematian.
Baca Juga: Ini Unggahan Terakhir Vanessa Angel sebelum Kecelakaan Mautأَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ
Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu. (HR Hakim)4. Tidak Meminta KematianDikutip dari buku 1100 hadist terpilih karya Muhammad Faiz al-Math, Rasulullah SAW sangat melarang manusia untuk meminta didatangkan suatu kematian. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Bukhari sebagaimana Rasulullah bersabda:
لا يَتَمَنَّيَنَ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي
Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku. (HR. Bukhari)Karena sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Yunus ayat 49 yang menjelaskan ketetapan Allah SWT tentang kematian
قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Katakanlah: Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).Maka, bersabarlah terhadap sesulit apapun penderitaan yang tengah dihadapi. Kematian pasti datang sehingga tidak perlu memaksa agar diberikan kematian.
Baca Juga: Budi Karya Buka Suara soal Kecelakaan LRT Saat Uji Coba
5. Tenang dan Bersyahadat saat Ajal Mendekat
Nasihat Rasulullah SAW tentang kematian selanjutnya, yakni bersikap tenang dan mengucapkan kalimat syahadat saat menjelang ajal. Jika saat mendekati ajal orang tersebut tidak lagi mampu mengucap, maka siapapun bantulah menuntunnya dengan cara halus dan tidak memaksa.
Rasulullah SAW bersabda:
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat la ilaha illallah. (HR. Muslim).
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huraira, Rasulullah SAW juga berkisah.
Malaikat maut mendatangi seorang laki-laki yang hampir meninggal dunia. Setelah memeriksa hati orang itu, ia tidak mendapati apa-apa di dalamnya. Kemudian ia membuka mulut orang itu dan mendapati di ujung lidahnya ada yang menempel pada langit-langit mulutnya suatu ucapan La Ilaha Illallah. Allah SWT lalu berkenan mengampuni dosanya dikarenakan kalimat tersebut diucapkan dengan ikhlas. (HR. Abu Huraira)Baca Juga:
Dirut INKA : Indikasi Human Error Akibat Lansir Terlalu Cepat
Kartunis Penghina Nabi Muhammad Tewas, Mobilnya Tabrakan dan Terbakar(asf)