Adab Menguap dalam Islam, Agar Tidak Jadi Teman Setan
Muhammad rifai akif
Jum'at, 05 November 2021 - 13:14 WIB
Menguap dianjurkan dengan menutup mulut. Foto : LANGIT7/iStock
Menguap diidentikkan dengan mengantuk, aktivitas ini tidak berbahaya dan tidak ada kaitannya dengan penyakit.
Sebuah riset menunjukkan bahwa menguap merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk meningkatkan jumlah oksigen. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa aktivitas ini berkaitan dengan kebosanan.
Setiap manusia berbeda-beda dalam menyikapi aktivitas menguap, ada yg menahannya agar tidak terlalu lebar tetapi ada pula justru yang melebarkannya sampai selebar-lebarnya hingga bersuara.
Menguap juga tidak luput dari ajaran Islam, Rasulullah SAW mengatur bagaimana adab ketika menguap.
1. Menutup mulut
Menutup mulut dengan tangan merupakan upaya untuk menahan kuap seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW dalam hadits nya yang berbunyi:
التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ.
Sebuah riset menunjukkan bahwa menguap merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk meningkatkan jumlah oksigen. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa aktivitas ini berkaitan dengan kebosanan.
Setiap manusia berbeda-beda dalam menyikapi aktivitas menguap, ada yg menahannya agar tidak terlalu lebar tetapi ada pula justru yang melebarkannya sampai selebar-lebarnya hingga bersuara.
Menguap juga tidak luput dari ajaran Islam, Rasulullah SAW mengatur bagaimana adab ketika menguap.
1. Menutup mulut
Menutup mulut dengan tangan merupakan upaya untuk menahan kuap seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW dalam hadits nya yang berbunyi:
التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ.