LANGIT7.ID - - Menguap diidentikkan dengan mengantuk, aktivitas ini tidak berbahaya dan tidak ada kaitannya dengan penyakit.
Sebuah riset menunjukkan bahwa menguap merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk meningkatkan jumlah oksigen. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa aktivitas ini berkaitan dengan kebosanan.
Setiap manusia berbeda-beda dalam menyikapi aktivitas menguap, ada yg menahannya agar tidak terlalu lebar tetapi ada pula justru yang melebarkannya sampai selebar-lebarnya hingga bersuara.
Menguap juga tidak luput dari ajaran Islam, Rasulullah SAW mengatur bagaimana adab ketika menguap.
1. Menutup mulutMenutup mulut dengan tangan merupakan upaya untuk menahan kuap seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW dalam hadits nya yang berbunyi:
التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ.
"Kuapan (menguap) itu datangnya dari setan. Jika salah seorang di antara kalian ada yang menguap, maka hendaklah ia menahan semampunya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Baca juga : Rasulullah Sunnahkan Tutup Mulut saat Menguap, Ini AlasannyaMenurut Ustadz Ade Hasby Ashidqy kepada Langit7 karena menguap datang dari setan, hendaklah itu ditutup. "Karena dikhawatirkan setan bisa masuk dalam bentuk apa saja, bisa dalam bentuk penyakit yang dikirim, atau dalam bentuk gangguan ngantuk yang sebenarnya." Katanya.
2. Memalingkan wajahKetika sedang berinteraksi dengan orang lain, hendaknya memalingkan wajah sesaat saat menguap.
Tujuannya adalah termasuk untuk menahan semampunya, sesuai anjuran dalam hadits Nabi. Dengan menahan dan memalingkan wajah sesaat, menguap tidak akan terlihat oleh lawan bicara. Hal ini pun dianggap baik secara nilai kesopanan.
3. Tidak bersuaraKetika rasa menguap datang, hendaknya menahan dan jangan sampai bersuara, karena itu adalah adab seorang muslim yang baik.
Menguap dengan suara akan membuat malu dan bisa menjadi bahan tertawaan orang lain yang ada di sekitar.
Baca juga : Ma’had Imam Bukhari Bandung Berdiri Untuk Lahirkan Ahli Hadits di IndonesiaDalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ : هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan tidak menyukai tasa’ub (menguap). Jika seseorang bersin maka ucapkanlah hamdalah, dan merupakan hak baginya terhadap setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit (mendoakan dengan kalimat yarhamukallah). Adapun menguap, itu dari setan. Maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin. Jika ia menguap sampai mengeluarkan suara “hah” maka setan pun tertawa” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ternyata jika seseorang sampai mengeluarkan suara "Hah" saat menguap, bukan hanya bisa menjadi bahan tertawaan orang lain, tapi juga bahan tertawa untuk setan.
(est)