LANGIT7.ID-, - Setiap orang tua tentu mendambakan anak-anak yang saleh dan salehah, apalagi ditambah prestasi atau keunggulan tertentu. Salah satu keistimewaan yang diimpikan setiap orang tua Muslim adalah kemampuan anak menjadi
penghafal Al-Qur'an.
Allah SWT menjanjikan penghafal Al-Qur'an kedudukan yang mulia di
dunia dan akhirat serta menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya. Karenanya, wajar bila banyak orang tua yang berharap anak-anaknya menjadi penghafal Al-Qur'an bahkan sejak
usia dini.
Namun, proses mendidik seorang anak menjadi penghafal Al-Qur'an, terlebih di usia belia, bukanlah perkara yang mudah.
Baca juga: Nouman Ali Khan: Punya Keluarga Toxic? Tenang Saja, Nabi Pun PunyaPendakwah asal Amerika,
Nouman Ali Khan mengatakan, sebelum mengajarkan anak mengenal
bahasa Arab dan menghafal Al-Qur'an adalah menumbuhkan keimanan pada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta mengembangkan
karakter anak terlebih dulu.
"Anak-anak memiliki fitrah dan mereka itu cantik. Biarkan mereka apa adanya. Mengajar mereka? Ya, ajarkan mereka dengan penuh kasih," kata Nouman Ali Khan lewat kanal Youtube, Ali Khan Official dilihat Senin (6/1/2025).
Ali Khan kemudian menekankan agar orang tua harus bersifat fleksibel dan tidak memaksakan standar yang sama antar anak, khususnya dalam menghafal Al-Qur'an. Ustaz kelahiran Berlin, Jerman ini pun mencontohkan karakter keenam anaknya yang berbeda-beda.
"Saya punya 6 anak tidak semuanya menghafal Al-Qur'an dengan cara yang sama. Sama sekali tidak! Saya punya satu anak yang menghafal sesuatu hanya dalam 5 menit dia bisa menghafalnya. Anak saya yang lain menghafal dengan memakan waktu sebulan. Dan saya tidak membandingkan antar mereka," tegas Ali Khan.
Ali Khan beralasan, membandingkan kemampuan anak dalam menghafal Al-Qur'an dapat menciptakan kebencian terhadap agama.
Baca juga: Pelajari Al-Qur'an, Daniel Mananta Hadiri Kajian Ustadz Nouman Ali Khan"'Karena buku (Al-Qur'an) itu, ayah saya lebih menyukai kakak perempuan saya daripada saya'. Itu salah. Berhentilah memberi banyak tekanan pada anak-anakmu,"
"Allah tidak ingin anakmu menjadi
hafidz. Allah tidak ingin anakmu menjadi alim. Allah ingin anakmu menjadi Muslim yang baik. Allah menginginkan anakmu mencintai agamanya. Itulah yang Allah inginkan," jelasnya.
Terkait mengajarkan anak hafalan Al-Qur'an, Ali Khan menekankan untuk mengajar anak sesuai usianya dan memakai cara yang menyenangkan.
Karena, tambah Ali Khan, bukan seberapa banyak anak-anak belajar tapi seberapa besar rasa cinta mereka pada Allah SWT dan Nabi SAW.
"Berapa banyak cinta mereka pada Allah. Berapa banyak cinta mereka pada Rasulullah. Berapa banyak karakter yang mereka junjung tinggi. Seberapa terbuka dan jujurnya mereka. Karakter mereka adalah yang paling penting, bukan pengetahuannya. Pengetahuan itu dangkal," tambah pendiri Bayyinah Institute,
lembaga pendidikan bahasa Arab klasik dan kajian Al-Qur'an.
Baca juga: Tadabbur Surah Al-Jumuah, Memuji Kebesaran Allah Lewat Peran RasulullahKendati begitu, bukan berarti pengetahuan tidak penting. Nouman Ali Khan menekankan, pengetahuan tetap penting namun dia akan selalu menjadi nomor dua setelah karakter.
"Sekarang ini tentang karakter, memelihara kepribadian dan sedikit pengetahuan di masa perkembangan anak," katanya.
Nouman Ali Khan menyoroti banyaknya anak-anak yang hafal Al-Qur'an sejak usia dini namun tidak memiliki karakter. Menurut Ali Khan, hal ini disebabkan penghafal Al-Qur'an hanya dijadikan piala yang untuk dipamerkan.
Agar tidak menghasilkan anak tanpa karakter, Ali Khan berpesan untuk menyeimbangkan pengetahuan dan karakter.
"Kita harus menyeimbangkan pengetahuan dan karakter. Pengetahuan ada tempatnya, karakter memiliki tempatnya. Keseimbangan antara keduanya harus dicapai," tegas Nouman Ali Khan.
Baca juga: Kiat agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur'an, Jadikan Tilawah Hobi(est)