home masjid

Renungan Ahad Pagi: Rahmat Allah Terbuka Luas Bagi Pentaubat

Ahad, 07 November 2021 - 08:00 WIB
Ilustrasi seseorang sedang bertaubat. Foto: iStock.
Menumpuknya dosa, perlahan membuat jiwa sakit jika tak kunjung mendapat obat, ia lama-kelamaan akan sekarat. Tak ada yang lagi berguna jika kemudian berujung kematian.

Pendiri Ma'had Tahfidz Ubay bin Ka'ab, Ustaz Ahmad Yaman dalam salah satu renungan paginya menuturkan, bisa jadi hal tersebut menajdi sebuah pengingat besar. Jangan-jangan manusia menganggap sebuah dosa menjadi suatu hal yang biasa.

"Meninggalkan shalat seolah dianggap sebagai rutinitas, biasa saja; membantah orang tua seperti pekerjaan harian, tidak ada lagi sesal, mungkin justru terbesit bangga; berbuat zina kadung dianggap tanda cinta, alasannya banyak yang melakukannya," kata Ustaz Yaman melalui akun resminya, Ahad (7/11/2021) pagi.

Baca Juga:Imam Besar Istiqlal: Penegakan Hukum Bagian dari Meneladani Rasul

"Pria menyukai pria dan wanita berhasrat pada sesama dianggap gaya hidup, seolah memperjuangkannya adalah salah satu nilai kepahlawanan. Kita hidup di dunia yang mulai menganggap dosa sebagai sebuah hal yang biasa, dianggap biasa karena mungkin tak ada lagi terminologi dosa dalam kehidupan," sambungnya.

Ironisnya, lanjut Ustaz Yaman, hal yang dilakukandianggap bebas nilai, tidak boleh terkekang aturan-aturan agama. Pertanyaan mendasarnya, apakah hal seperti ini yang ingin diperjuangkan, apa jadinya jika manusia hidup tanpa aturan, kerusakan akan merajalela. Bukankah ini yang benar menjadi kekhawatiran para malaikat saat makhluk lemah bernama manusia ditunjuk menjadi khalifah.

Baca Juga:Larangan Membicarakan Aib Orang yang Sudah Meninggal
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rasulullah saw makna kehidupan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya