Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Larangan Membicarakan Aib Orang yang Sudah Meninggal

Muhajirin Sabtu, 06 November 2021 - 20:44 WIB
Larangan Membicarakan Aib Orang yang Sudah Meninggal
ilustrasi nisan (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Membicarakan aib orang lain, baik masih hidup maupun sudah meninggal, merupakan perkara yang dilarang dalam Islam. Tidak hanya terbatas pada lisan saja, namun juga dengan tulisan bahkan isyarat sekalipun.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah menjelaskan, jika seseorang membicarakan kejelekan orang lain maka itu disebut ghibah. Jika kejelekan itu tidak ada pada orang yang dimaksud, maka itu disebut fitnah. Kedua perbuatan itu sama-sama dilarang dalam Islam.

Inti dari ghibah adalah perbuatan yang membentuk kesan buruk tentang seseorang, baik orang yang masih hidup maupun telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR Muslim).

Bahkan pada saat memandikan jenazah sekalipun, seseorang harus merahasiakan aib yang ada pada tubuh jenazah. “Barangsiapa memandikan mayat (jenazah), lalu merahasiakan cacat tubuhnya, maka Allah memberi ampun baginya empat puluh kali.” (HR Hakim).

Mengutip laman bincangsyariah.com, salah satu adab kepada orang yang sudah meninggal adalah tidak membicarakan atau mengungkit masa lalunya. Sebab, orang yang meninggalkan akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah. Tidak patut aib mayit diungkit.

Larangan membicarakan keburukan orang yang sudah meninggal termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Beliau bersabda, “Jangan kalian mencela mayit, karena mereka telah pergi untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka perbuat.”

Maka dari itu, membicarakan aib orang yang sudah meninggal tidak diperbolehkan. Orang meninggal sudah sampai masanya untuk mempertanggung jawabkan kepada Allah segala amal perbuatannya. Maka itu tidak pantas membicarakan aib mereka.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)