home global news

Hari Pahlawan

Detik-detik Pertempuran 10 November di Surabaya, Dari Ultimatum Sekutu Hingga Resolusi Jihad

Rabu, 10 November 2021 - 21:48 WIB
Ilustrasi lukisan pertempuran 10 Nopember karya M Sochieb
Rektor Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah (INAIFAS) Kencong Jember, Rijal Mumazziq Z, menceritakan pertempuran para santri dan pemuda-pemuda Surabaya pada 10 November 1945.

Pada 9 November 1945, Mayjen Eric Carden Robert Mansergh menyebarkan ratusan ribu selebaran ultimatum kepada rakyat Surabaya. Ultimatum yang disebarkan pada pukul 09.00 pagi itu meminta para pejuang menyerahkan senjata dan mengibarkan bendera putih.

Ultimatum Sekutu yang ditulis dalam bahasa Inggris itu berupa selebaran dicetak di kertas lalu disebarkan menggunakan pesawat udara. Kalimatnya sangat merendahkan bangsa Indonesia. Terdapat dua reaksi ketika rakyat Surabaya membaca ultimatum itu.

Pertama dari kaum santri. Tanpa pikir panjang, mereka meneriakkan takbir siap berjihad. Kedua, dari pemuda-pemuda Surabaya. Para pemuda juga tak mau kalah. Mereka dengan gagah berani ke medan tempur tanpa rasa takut.

“Mereka tidak peduli kapal-kapal perang sekutu, mereka siap berjuang mempertahankan kemerdekaan. Maka, keesokan harinya, terjadi sebuah pertempuran akbar pada 10 November,” ucap Gus Rijal Rijal dalam Seminar Nasional ‘Refleksi Sejarah Resolusi Jihad untuk Kaum Muda Milenial’, Selasa (9/11/2021).

Dua Jenderal Sekutu Tewas

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
10 november hari pahlawan perjuangan pejuang kemerdekaan peran umat islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya