Nilai Keagamaan Jadi Penentu Kualitas Pendidikan Disamping Kelengkapan Sapras
Priyo Setyawan
Jum'at, 12 November 2021 - 23:15 WIB
Bupati Sleman Kustini secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan masjid SMPN 1 Sleman, Jumat (12/11). (Foto Dok Prokompin Sleman)
Bupati Sleman Kustini, mengatakan perbaikan kualitas dan peningkatan mutu sekolah bukan hanya ditentukan oleh lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan. Namun juga terbentuknya attitude para siswa dan jajaran pengajar melalui tercukupinya kebutuhan akan nilai keagamaan.
“Keberadaan sarana prasarana penunjang peribadatan tentu menjadi suatu kebutuhan yang diperlukan dalam mengupayakan terciptanya pondasi keagamaan yang kuat,” kata Kustini saat peletakan batu pertama pembangunan majsid Tarbiyatul Islam SMPN 1 Sleman, Jumat (12/11).
Baca juga:Mengenal Ragam Kurikulum Internasional yang Diterapkan di Indonesia
Kustini menjelaskan keberadaan sarana peribadatan diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk lebih giat dalam beribadah. Sehingga, perlu ditunjang dengan kegiatan yang relevan sebagai upaya untuk mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan bagi siswa siswi.
“Semoga dengan terpenuhinya ruang kegiatan serta sarana ibadah yang representatif di SMPN 1 Sleman dapat semakin mengakomodir kebutuhan seluruh jajaran dan siswa siswi dalam beraktivitas,” jelasnya.
Baca juga:MUI Minta Pemerintah Mencabut atau Merevisi Permendikbud No. 30 Tahun 2021
Ia pun menghimbau untuk pelaksanaan ibadah dalam masa pandemi ini harus disesuaikan. Penerapan protokol kesehatan (prokes) dilakukan secara ketat dan konsisten disemua tempat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.
“Keberadaan sarana prasarana penunjang peribadatan tentu menjadi suatu kebutuhan yang diperlukan dalam mengupayakan terciptanya pondasi keagamaan yang kuat,” kata Kustini saat peletakan batu pertama pembangunan majsid Tarbiyatul Islam SMPN 1 Sleman, Jumat (12/11).
Baca juga:Mengenal Ragam Kurikulum Internasional yang Diterapkan di Indonesia
Kustini menjelaskan keberadaan sarana peribadatan diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk lebih giat dalam beribadah. Sehingga, perlu ditunjang dengan kegiatan yang relevan sebagai upaya untuk mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan bagi siswa siswi.
“Semoga dengan terpenuhinya ruang kegiatan serta sarana ibadah yang representatif di SMPN 1 Sleman dapat semakin mengakomodir kebutuhan seluruh jajaran dan siswa siswi dalam beraktivitas,” jelasnya.
Baca juga:MUI Minta Pemerintah Mencabut atau Merevisi Permendikbud No. 30 Tahun 2021
Ia pun menghimbau untuk pelaksanaan ibadah dalam masa pandemi ini harus disesuaikan. Penerapan protokol kesehatan (prokes) dilakukan secara ketat dan konsisten disemua tempat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.