LANGIT7.ID, Kab. Sleman - Bupati Sleman Kustini, mengatakan perbaikan kualitas dan peningkatan mutu sekolah bukan hanya ditentukan oleh lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan. Namun juga terbentuknya attitude para siswa dan jajaran pengajar melalui tercukupinya kebutuhan akan nilai keagamaan.
“Keberadaan sarana prasarana penunjang peribadatan tentu menjadi suatu kebutuhan yang diperlukan dalam mengupayakan terciptanya pondasi keagamaan yang kuat,” kata Kustini saat peletakan batu pertama pembangunan majsid Tarbiyatul Islam SMPN 1 Sleman, Jumat (12/11).
Baca juga: Mengenal Ragam Kurikulum Internasional yang Diterapkan di IndonesiaKustini menjelaskan keberadaan sarana peribadatan diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk lebih giat dalam beribadah. Sehingga, perlu ditunjang dengan kegiatan yang relevan sebagai upaya untuk mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan bagi siswa siswi.
“Semoga dengan terpenuhinya ruang kegiatan serta sarana ibadah yang representatif di SMPN 1 Sleman dapat semakin mengakomodir kebutuhan seluruh jajaran dan siswa siswi dalam beraktivitas,” jelasnya.
Baca juga: MUI Minta Pemerintah Mencabut atau Merevisi Permendikbud No. 30 Tahun 2021Ia pun menghimbau untuk pelaksanaan ibadah dalam masa pandemi ini harus disesuaikan. Penerapan protokol kesehatan (prokes) dilakukan secara ketat dan konsisten disemua tempat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.
.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sleman, Nurul Wachidah, menjelaskan pembangunan masjid berkapasitas 400 jamaah ini akan digunakan sebagai tempat kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter siswa serta terwujudnya visi SMPN 1 Sleman, yakni insan yang bertaqwa, berprestasi, berbudaya, peduli lingkungan dan berwawasan global. Sekolah yang dipimpinnya tersebut memiliki 673 siswa.
“Mohon doa restu agar pembangunan masjid yang kami targetkan selesai satu tahun ini bisa berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan awal,” harapnya.
Baca juga: PP Persis Sentil Mendikbud Nadiem soal Permen 30/2021(asf)