Ternyata Ini Rahasia Rasulullah Makruhkan Tidur Sebelum Isya
Fajar adhitya
Ahad, 14 November 2021 - 12:33 WIB
Tenda di tepi sungai. Foto: iStock.
Liburan akhir pekan pada umumnya digunakan oleh setiap orang untuk bercengkrama dengan keluarga tercintanya, apakah dengan berkumpul di rumah atau mengunjungi tempat-tempat hiburan, perbelanjaan, dan kuliner untuk lebih mengeratkan hubungan emosional. Tanpa dirasa, kegiatan tersebut berakhir pada sore atau menjelang malam hari.
Jika sudah demikian, tentu saja tubuh akan terasa lelah dan kantuk pun segara datang. Bila kantuk tiba, seseorang biasanya akan langsung pulas terlelap tidur dan tak sempat melaksanakan shalat Isya berjamaah. Ada pula yang terbangun dan mengakhirkan shalat Isyanya.
Lantas, bagaimana hukumnya jika seseorang tidur sebelum melaksanakan shalat Isya? Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah memakruhkan orang yang tidur sebelum melaksanakan shalat Isya.
Baca Juga:Kisah: Ayah dan Anak yang Rajin Bangun Shalat Malam
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kerap mengakhirkan shalat Isya, namun beliau tidak suka tidur sebelumnya dan tidak pula berbicara setelahnya (HR. Bukhari nomor 599 dan Muslim nomor 647).
Adapun alasan dimakruhkannya tidur setelah maghrib (atau sebelum isya) adalah, karena bisa jadi orang tersebut akan terus terlelap hingga terlewatkan kewajibannya untuk shalat Isya.
Baca Juga:Masjid Arab di Makassar Lambang Keberagaman, Berdiri di Tengah Kampung China
Jika sudah demikian, tentu saja tubuh akan terasa lelah dan kantuk pun segara datang. Bila kantuk tiba, seseorang biasanya akan langsung pulas terlelap tidur dan tak sempat melaksanakan shalat Isya berjamaah. Ada pula yang terbangun dan mengakhirkan shalat Isyanya.
Lantas, bagaimana hukumnya jika seseorang tidur sebelum melaksanakan shalat Isya? Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah memakruhkan orang yang tidur sebelum melaksanakan shalat Isya.
Baca Juga:Kisah: Ayah dan Anak yang Rajin Bangun Shalat Malam
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kerap mengakhirkan shalat Isya, namun beliau tidak suka tidur sebelumnya dan tidak pula berbicara setelahnya (HR. Bukhari nomor 599 dan Muslim nomor 647).
Adapun alasan dimakruhkannya tidur setelah maghrib (atau sebelum isya) adalah, karena bisa jadi orang tersebut akan terus terlelap hingga terlewatkan kewajibannya untuk shalat Isya.
Baca Juga:Masjid Arab di Makassar Lambang Keberagaman, Berdiri di Tengah Kampung China