LANGIT7.ID, Makassar - Masjid As-Said atau lebih tenar disebut Masjid Arab merupakan lambang keberagamaan di tengah perbedaan. Masjid ini berdiri megah di tengah pemukiman padat penduduk yang mayoritas dihuni keturunan Tionghoa atau China.
Masjid Arab terletak di sebelah Utara Kota Makassar di Jalan Lombok, Kecamatan Wajo. Di pelataran Masjid ini tumbuh subur beberapa pohon kurma yang menambah ciri khasnya sebagai Masjid Arab.
Baca juga: Tak Hanya Parkiran, Masjid Ini Akan Siapkan Tempat Gym dan KafeArsitektur masjid ini membuat atap berbentuk piramida yang memiliki kemiripan dengan masjid tua Katangka di Kabupaten Gowa. Lalu, bagian utama masjid ini berbentuk segi empat berukuran sekitar 400 meter persegi. Ciri khas ornamen masjid ini warna hijau.
Menurut sejarahnya, masjid ini dibangun ketika Indonesia masih di masa penjajahan Belanda. Awalnya, masjid ini merupakan persinggahan bagi orang - orang perantau dari Arab melalui jalur perdagangan. Namun seiring waktu, keturunan Tionghoa lebih dominan masuk ke daerah ini, sehingga di sekitar Masjid Arab tersebut dinamakan Kampung China.
Baca juga: Masjid Al-Gazali Gorontalo Ramah Musafir, Siapkan Tempat Tidur dan MakananMasjid ini didirikan tahun 1907, pendirinya diinisiasi keturunan Arab, sehingga nama masjid ini melekat dengan sebutan Masjid Arab.
Data tampung Masjid ini bisa memuat jamaah hingga ratusan orang, "Sekitar 200 sampai 300 jamaah ini masih muat, " kata salah seorang pengurus Masjid ketika diajak berbincang Langit7.id, Kamis (11/11).
Terkait adanya dua pohon kurma tumbuh subur depan Masjid Arab, disebut tumbuh sendiri. "Setiap bulan Ramadhan buah kurmanya itu biasa dijadikan menu buka puasa, " imbuhnya.
Masjid Arab sangat nyaman untuk menunaikan ibadah Salat lima waktu, selain fasilitas AC yang bagus. Masjid ini juga biasa digunakan jamaah untuk beristirahat sejenak dari rutinitas mereka yang padat.
Baca juga: Masjid Zeinurrahim, Pelopor 99 Masjid Penjuru Dunia(asf)