LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Pusat Newcastle akan membuka fasilitas baru seperti gym, perpustakaan, dan kafe. Proyek masjid yang berlokasi di Fenham ujung barat Newcastle upon Tyne Inggris ini akan menjadi tempat ibadah dan pusat komunitas untuk muslim di daerah tersebut.
Pekerjaan persiapan dan konstruksi di tempat dimulai pada tahun 2011, tetapi karena keadaan tertentu, janji awal pendanaan tidak dapat dipenuhi. Pengimpunan dana kemudian dilakukan secara kolektif oleh masyarakat setempat.
Arsitektur unik ini telah dinominasikan untuk Penghargaan Nasional oleh British Beacon Mosque Awards untuk kategori 'Desain Masa Depan Terbaik'. Pembangunan proyek masjid baru telah dibagi menjadi enam fase dan saat ini berada di tahap empat.
Baca Juga: Moderasi Beragama Secara Konseptual dan Praktik Merupakan Dua Hal Berbeda"Fase empat menggabungkan semua sistem kaca eksternal dan sistem render eksternal untuk mencapai bangunan kedap air yang lengkap. Fase empat diperkirakan akan dicapai dalam jangka waktu empat bulan sambil menunggu cuaca dan menghindari gangguan dalam rantai pasokan industri,” kata Wasim Muhammad dari Vertex Design & Build Ltd.
Fase lima dan enam akan menyelesaikan suprastruktur utama bangunan dan tempat parkir eksternal dan pekerjaan lanskap. Vertex Design & Build Ltd yakin untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam waktu sekitar 12 bulan jika semua keuangan tersedia.
Baca Juga: Irfan Suaqi Beik : Ekonomi Syariah Perlu Tumbuh Secara EksponensialMasjid baru ini akan mencakup fasilitas komunitas untuk muslim dan masyarakat luas. Imam Pertama Masjid Pusat Newcastle, yang dibuka pada tahun 2003 Abdul Basith mengatakan, ide proyek masjid baru dimulai karena permintaan dan peningkatan kegiatan.
"Komunitas Muslim kami di daerah ini, tidak memiliki di berbagai bidang, seperti secara fisik, mental, psikologis, dan spiritual," katanya.
Baca Juga: Bagaimana Hukumnya Menerima Sedekah dari Uang Haram?Masjid baru ini akan melayani sejumlah besar orang dan akan mengadakan 50-60 tempat parkir mobil. "Ketika kami merancang masjid, kami mempertimbangkan semua faktor ini, jadi akan ada kafetaria, bagi orang-orang untuk datang, bersantai dan bertemu orang-orang. Juga akan ada gym dan terutama untuk saudara perempuan khususnya karena ada kurangnya aktivitas fisik yang tersedia bagi mereka," ujarnya.
"Fasilitas ini bukan untuk Muslim, tetapi untuk masyarakat luas juga. Dan pada kenyataannya, sekarang kami memiliki banyak komunitas yang berbeda datang ke masjid (saat ini),” sambungnya.
Baca Juga: Pinjam Lahan Tetangga untuk Parkir Mobil, Begini Adabnya dalam IslamBaca Juga: 19 Tahun YBM BRI, Berawal dari Kebijakan Direksi terhadap Zakat Karyawan(zhd)