Sebagai mahluk sosial, manusia tak bisa lepas untuk selalu berhubungan antar sesama. Mulai dari lahir hingga meninggal, manusia pasti melibatkan orang lain dalam setiap prosesnya. Begitu pun dalam kehidupan bersosialisasi di lingkungan rumah, dimana harus saling menghormati dan menghargai antar tetangga.
Teramat pentingnya tetangga, hingga ada sebuah perumpamaan dalam bahasa Arab yang sangat populer, yang mengajarkan tentang pentingnya mencari tetangga atau lingkungan yang baik sebelum mencari rumah.
الجار قبل الدار
"Pilih tetangga dulu sebelum rumah."
Selanjutnya Rasulullah SAW pun telah memberikan arahan, bila menginginkan kebahagiaan di muka bumi, salah satunya adalah dengan mencari tetangga yang baik.
Baca juga: Adab Menantu Perempuan Rawat Ayah Mertua Ketika SakitImam Ibnu Hibban dalam shahihnya meriwayatkan sebuah Hadits shahih, Rasul bersabda:
“Empat hal dari kebahagiaan..” salah satunya adalah tetangga yang shaleh, dan sebaliknya Rasul bersabda, “empat hal termasuk kesengsaraan.” Salah satunya adalah tetangga yang buruk."
Adapula sejumlah adab bertetangga sebagaimana disebutkan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Dîn dalam Majmû'ah Rasâil al-Imam al-Ghazâli (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 444), sebagai berikut:
آداب الجار: ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده و عبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته
Artinya:
"Adab bertetangga, yakni mendahului berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak bertanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah, ikut bergembira atas kegembiraannya, berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya, memaafkan kesalahan ucap, menegur secara halus ketika berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya, memberikan pertolongan ketika diperlukan, tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya.”
Salah satu ciri tetangga yang baik adalah selalu menjalin hubungan baik. Begitu pun jika ingin menggunakan sesuatu yang bukan hak, hendaknya untuk meminta izin terlebih dulu.
Pengurus Dewan Masjid Indonesia DKI KH. Ade Purnama Hadi mengatakan bertetangga harus berkomunikasi, karena awal dari masalah biasanya karena tidak ada komunikasi.
"Ada sesuatu komunikasikan, jangan disimpan," katanya.
Termasuk saat menggunakan lahan milik tetangga karena ada hajat atau lahan umum yang ada kaitannya juga dengan para tetangga. Menggunakan lahan tetangga untuk parkir mobil misalnya, walaupun sebentar tetap harus menyampaikan izin.
"Izin dalam Islam tidak repot, cukup dengan lisan atau isyarat, jadi apa repotnya untuk menyampaikannya." papar Ade Purnama.
Menjadi masalah jika tidak izin, malah menggampangkan karena menganggap tetangga pasti mengizinkan. Berbeda lagi jika menggunakan lahannya untuk jangka waktu tertentu, maka itu lain hal.
"Demikian ini bisa termasuk dalam masalah sewa menyewa. Maka harus dibicarakan lebih lanjut apakah cukup hanya dengan izin lisan atau perlu diperkuat dengan perjanjian tertulis agar tidak menjadi masalah di kemudian hari." terangnya.
Baca juga: Adab Menguap dalam Islam, Agar Tidak Jadi Teman Setan"Yang penting ada kesepakatan dan persetujuan dari tetangga," imbuhnya.
Berbuat baik kepada tetangga dianjurkan dalam islam, terlebih bila sudah diberikan kebaikan sebelumnya, seperti diberikan izin lahan parkir oleh tetangga. Paling tidak untuk membalas kebaikan tersebut, kita bisa memberi hantaran sebagai tanda terima kasih.
"Balas kebaikan tetangga, berilah makanan atau hadiah," pungkasnya.
(est)