home edukasi & pesantren

Siswa MAN 2 Kudus Raih Emas di Ajang Penemu Muda Internasional

Ahad, 14 November 2021 - 21:04 WIB
Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti siswi MAN 2 Kudus yang mengikuti ajang penemu internasional. Foto: MAN 2 Kudus
Siswa MAN 2 Kudus raih medali emas kejuaraan internasional di International exhibition for Young Inventors 2021. Ajang yang diikuti puluhan peneliti muda dari Rusia, Singapura, Jepang, Hongkong, China, India, dan Italia ini berlangsung secara online pada Senin (1/11/2021) lalu.

Dua siswi MAN 2 Kudus, Almas Fauziah dan Sekar Arum Kinasti berhasil ciptakan alat pendeteksi zat berbahaya yang terkandung dalam makanan. Riset keduanya memanfaatkan ekstrak ubi ungu, ekstrak bunga talam, dan ekstrak bunga pacar air yang kemudian dimasukkan dalam refill ballpoint. Alat yang diciptakan ini mampu mendeteksi kandungan zat formalin, boraks, serta pewarna sintesis dalam makanan.

Baca juga: Pesantren Amanatul Ummah, Bermula dari Hutan Angker Jadi Madrasah Internasional

"Ide awalnya, kami banyak mendengar berita tentang adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang menaburkan zat makanan berbahaya dalam makanan yang mereka jual. Itu dapat mengakibatkan kerusakan kesehatan dalam jangka waktu yang panjang," ujar Almas Fauziah seperti dikutip dari laman Kemenag.

Selain itu, lanjutnya, riset ini juga dilatarbelakangi mahalnya alat pendeteksi zat berbahaya dalam makanan yang dijual di pasaran. Sehingga, tidak banyak orang yang mau membelinya.

Menurut Sekar Arum, penelitian ini awalnya dilakukan pada 2020 untuk persiapan mengikuti kompetisi invensi internasional yang dilaksanakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riset ini kemudian dikembangkan lagi selama sebulan pada 2021 untuk mengikuti ajang internasional.

"Alhamdulillah berhasil meraih medali emas," tuturnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan madrasah penemu muda
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya