Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita
Profil Pesantren

Pesantren Amanatul Ummah, Bermula dari Hutan Angker Jadi Madrasah Internasional

Muhajirin Kamis, 11 November 2021 - 15:59 WIB
Pesantren Amanatul Ummah, Bermula dari Hutan Angker Jadi Madrasah Internasional
Pondok Pesantren Amanatul Ummah (foto: sistren-au.sch.id)
LANGIT7.ID, Mojokerto - Perjalanan Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto menjadi salah satu sekolah favorit di Jawa Timur tergolong unik. Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim sebagai pendiri harus melalui jalan penuh lika-liku.

Kiai miliarder itu bahkan dianggap memiliki tuyul lantaran mendirikan pesantren di hutan angker. Jauh dari perkampungan, jalan sempit dan menakutkan karena banyak perampok kian mempertebal anggapan itu.

“Saat itu jalannya sempit, makadam (jalan kasar). Hutannya angker. Banyak orang yang takut,” kata KH Asep dalam acara Gergeran Bersama Kiai melalui kanal YouTube Bangsa Online, dikutip Kamis (11/11/2021). Pesantren itu diresmikan oleh KH Nur Iskandar, SQ Jakarta. Kiai Nur Iskandar menganggap aneh lantaran KH Asep mendirikan pesantren di tengah hutan.

“Beliau bilang Kiai Asep ini aneh. Masak mendirikan pondok pesantren di tengah hutan. Apa nanti santrinya monyet-monyet, yang saya temui di tengah jalan tadi,” kata KH Asep menirukan respon Kiai Nur Iskandar saat meletakkan batu pertama.

Namun, kini pesantren yang sempat mendapat anggapan miring itu tumbuh pesat, besar, dan populer. Bahkan area yang semula hutan angker, kini dipenuhi rumah penduduk. Banyak orang yang mendirikan rumah. Jalan pesantren juga besar dan beraspal.

Hal keren lainnya, pesantren Amanatul Ummah berkembang dalam waktu relatif singkat. Sekitar 10 tahun, pesantren sudah memiliki puluhan ribu santri. Bahkan, pada Jumat, 15 Oktober 2021 lalu, Komisi E DPRD Jawa Timur merekomendasikan agar Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto menjadi percontohan pendidikan berbasis internasional di jatim. Pesantren itu tidak hanya berorientasi pada kemampuan empirik santri semata, tapi juga penguatan mental dan ideologi.

“Kita ingin Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto ini bisa menjadi inspirasi bagi para orang tua yang ingin memondokkan sekaligus menyekolahkan anaknya dengan jaminan mereka nantinya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi favorit di Indonesia maupun luar negeri,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, di sela kunjungan ke Ponpes Amanatul Ummah kala itu.

Pesantren ini tak hanya menekankan pada penguasaan studi, tapi juga menonjolkan pendidikan keagamaan. Salah satu pendidikan unggulan di pesantren asuhan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim adalah Madrasah Berbasis Internasional (MBI) setara SMA/MA yang telah meluluskan 12 angkatan.

Pada 2020 lalu, dari 386 lulusan MBIm sebanyak 375 siswa berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun luar negeri. Ada alumni yang melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, Yaman University, Universitas SIDI Moehammaed Bin Abdellah Maroko, IFA Paris, Universitas di Jerman. Ada pula yang melanjutkan pendidikan di Rusia, Belanda, Australia, Jepang, Korea, hingga Cina.

Memang, sejak masih mengenyam pendidikan di pesantren, para santri diarahkan untuk menekuni minat dan bakat mereka. Dari situ, para pendidik mengarahkan mereka untuk memilih universitas yang sesuai dengan minat dan bakat para santri.

Materi mata pelajaran sudah diselesaikan dalam 2 tahun (akselerasi), sehingga saat sudah kelas 12, para santri fokus untuk persiapan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Pondasi Pesantren

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof KH Asep Saifuddin Chalim, menuturkan, pesantren itu dirintis pada 2002 di atas tanah seluas 1 hektar. Namun, baru pada 2006 berdiri pesantren yang kini menjadi MBI. Awal berdiri sekolah di bawah terop, bahkan menyewa rumah penduduk untuk kelas sekaligus pemondokan santri. Santri generasi pertama hanya berjumlah 48 orang.

Sejak awal, KH Asep memang bercita-cita mendirikan Madrasah Bertaraf Internasional. Maka itu, fokus utama sebagai penunjang adalah mencari guru terbaik dan memiliki manajemen yang kompetitif.

Sedangkan, output atau lulusan santri yang diharapkan menjadi pribadi yang berilmu dan bertanggungjawab, menjadi ulama kaliber internasional, menjadi konglomerat yang dermawan, dan menjadi profesional. Maka itu, prinsip yang diterapkan adalah santri yang dinyatakan lulus sampai lulus di perguruan tinggi yang diinginkan.

Sejak 2006 hingga 2011 sudah bisa menjadi sekolah favorit, 2018 meraih penghargaan tutoring, 2019 meraih Ponpes Modern Inspiratif nomor 1, 2020 meraih penghargaan excellent, dan 2021 the most creative.

“Alhamdulillah lulusan Amanatul Ummah juga sudah ribuan yang berhasil masuk perguruan tinggi favorit baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ucap KH Asep, dikutip laman kominfo.jatimprov, Kamis (11/11/2021).

Sistem Pembelajaran

Kurikulum yang digunakan di MBI Amanatul Ummah adalah perpaduan kurikulum nasional (K12 Revisi) dan kurikulum Al-Azhar Kairo Mesir. Setiap santri wajib mengikuti dua sekolah, yakni sekolah formal dan sekolah muadalah.

Setiap kelas terdiri maksimal 27 santri (kelas dipisah antara putra dan putri). Pelajaran formal disampaikan dalam bahasa Indonesia, akan tetapi ujian mata pelajaran umum (MIPA) akan diujikan dalam bahasa Inggris.

Setiap santri diwajibkan berbahasa Arab dan Inggris dalam keseharian. Wajib mengikuti ekstrakurikuler pilihan. Para santri juga ada pembimbingan khusus untuk membaca kitab kuning (klasik) serta hafalan beberapa kitab kuning.

Mampu Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Kualitas pendidikan Ponpes Amanatul Ummah lagi-lagi teruji saat wabah Covid-19 masuk ke Indonesia. pemerintah menganjurkan pendidikan daring untuk lembaga pendidikan. Namun ternyata, pihak pesantren sudah memiliki persiapan cukup matang.

Pesantren tidak mengadakan pembelajaran daring, karena para santri diajari kebiasaan menjaga kesehatan berdasarkan ajaran Rasulullah SAW dan ulama-ulama terkemuka. KH Asep meminta para santri setiap hari berkumur dengan air garam, memakan kurma, madu, habbatussauda, dan air zam-zam.

Meski begitu, pihak pesantren tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh santri, bahkan masyarakat sekitar pondok.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)