home edukasi & pesantren

Memahami Tasawuf, Jalan Hidup Orang yang Tak Cinta Dunia Namun Tak Harus Jadi Miskin

Selasa, 16 November 2021 - 10:48 WIB
ilustrasi seorang sufi menarikan tarian rumi (foto: langit7.id/istock)
Tasawuf sering dikenal sebagai jalan spiritual bagi seorang muslim. Tak sedikit yang salah kaprah memahami tasawuf. Biasanya tasawuf identik dengan orang yang menjauhi dunia dan nampak miskin namun hakikatnya tidak demikian.

PimpinanMajelis Ahbaburrosul Indonesia, Sayyid Seif Alwi, menjelaskan, tasawuf merupakan jalan hidup (thariqah) untuk mengenal Allah Ta’ala (Ma’rifatullah). Salah satu inti ajaran ini adalah tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dari penyakit hati seperti sombong dan riya.

Kata tasawuf secara bahasa memiliki banyak arti. Ada tasawuf berasal dari kata al-Shuffah atau orang yang ikut pindah dengan Nabi dari Makkah ke Madinah. Ada pula kata suf yang berarti barisan dan suf yang berarti kain wol. Namun sebenarnya, dari sisi linguistik, tasawuf bisa dipahami sebagai sikap mental.

“Tasawuf berasal dari kata Shafa yang berarti bersih. Bersih dari sifat-sifat tercela. Maka, tasawuf adalah ajaran yang mengajarkan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) dari sifat tercela seperti sombong, ujub, riya, sum’ah, dan lain-lain,” kata Sayyid Seif Alwi melalui kanal youtube Santri NU, dikutip Selasa (16/11/2021).

Tasawuf mengajarkan tawadhu atau mawas diri. Mawas diri artinya tahu diri. Tahu diri merupakan ajaran tasawuf dari Rasulullah SAW. beliau pernah bersabda, “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya."

Baca Juga: Ian Dallas, Seniman dari Eropa Jadi Pemimpin Sufi di Afrika

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sufi tasawuf
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya