Besok Puasa Ayyamul Bidh, Puasa 3 Hari Seperti Setahun
Fajar adhitya
Rabu, 17 November 2021 - 13:07 WIB
ilustrasi air dan kurma untuk berbuka puasa (foto: langit7.id/istock)
Ayyamul Bidh pada bulan Rabiul Akhir 1443 Hijriyah, jika dilihat dari tanggal 13, 14, dan 15 hijriyah maka jatuh pada Kamis hingga Sabtu (18-20 November 2021). Selama tiga hari tersebut, umat Islam dianjurkan melaksanakan shaum sunnah, yakni shaum Ayyamul Bidh.
Shaum Ayyamul Bidh dilaksanakan seperti ibadah puasa pada bulan Ramadhan, yakni berniat puasa dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Syekh Yusuf Qaradhawi dalam kitabnya "Fiqih Puasa" menjelaskan, hikmah berpuasa antara lain menjadi sarana pembersih jiwa (tazkiyatun nafs). Shaum Ayyamul Bidh dapat melatih diri untuk menyempurnakan ibadah kepada-Nya.
Baca Juga:Masjid Arab di Makassar Lambang Keberagaman, Berdiri di Tengah Kampung China
Shaum Ayyamul Bidh di samping menyehatkan badan juga bisa mengangkat aspek kejiwaan yang mengungguli aspek materi dalam diri manusia. Dalam puasa terdapat kemenangan ruh ilahi atas materi dan akal pikiran atas nafsu syahwat.
Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Shaum Ayyamul Bidh dilaksanakan seperti ibadah puasa pada bulan Ramadhan, yakni berniat puasa dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Syekh Yusuf Qaradhawi dalam kitabnya "Fiqih Puasa" menjelaskan, hikmah berpuasa antara lain menjadi sarana pembersih jiwa (tazkiyatun nafs). Shaum Ayyamul Bidh dapat melatih diri untuk menyempurnakan ibadah kepada-Nya.
Baca Juga:Masjid Arab di Makassar Lambang Keberagaman, Berdiri di Tengah Kampung China
Shaum Ayyamul Bidh di samping menyehatkan badan juga bisa mengangkat aspek kejiwaan yang mengungguli aspek materi dalam diri manusia. Dalam puasa terdapat kemenangan ruh ilahi atas materi dan akal pikiran atas nafsu syahwat.
Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ