LANGIT7.ID, Jakarta - Ayyamul Bidh pada bulan Rabiul Akhir 1443 Hijriyah, jika dilihat dari tanggal 13, 14, dan 15 hijriyah maka jatuh pada Kamis hingga Sabtu (18-20 November 2021). Selama tiga hari tersebut, umat Islam dianjurkan melaksanakan shaum sunnah, yakni shaum Ayyamul Bidh.
Shaum Ayyamul Bidh dilaksanakan seperti ibadah puasa pada bulan Ramadhan, yakni berniat puasa dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Syekh Yusuf Qaradhawi dalam kitabnya "Fiqih Puasa" menjelaskan, hikmah berpuasa antara lain menjadi sarana pembersih jiwa (tazkiyatun nafs). Shaum Ayyamul Bidh dapat melatih diri untuk menyempurnakan ibadah kepada-Nya.
Baca Juga: Masjid Arab di Makassar Lambang Keberagaman, Berdiri di Tengah Kampung ChinaShaum Ayyamul Bidh di samping menyehatkan badan juga bisa mengangkat aspek kejiwaan yang mengungguli aspek materi dalam diri manusia. Dalam puasa terdapat kemenangan ruh ilahi atas materi dan akal pikiran atas nafsu syahwat.
Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Baca Juga: Masjid Al-Gazali Gorontalo Ramah Musafir, Siapkan Tempat Tidur dan MakananArtinya: "Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, yakni berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha,dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur."
Dalil lain mengenai Puasa Ayyamul Bidh ialah, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radiallahu anhu, Rasulullah bersabda:
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari nomor 1979).
Baca Juga: Masjid Al-Gazali Gorontalo Ramah Musafir, Siapkan Tempat Tidur dan MakananBaca Juga: Penting Diketahui, Ini Menu yang Baik Saat Sahur Puasa Senin-Kamis(zhd)