Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 14 Maret 2026
home masjid detail berita

Ath-Thayyar Sebut Puasa Sebagai Metode Manhaj Penggemblengan Disiplin Militeristik

miftah yusufpati Rabu, 11 Februari 2026 - 05:45 WIB
Ath-Thayyar  Sebut Puasa Sebagai Metode Manhaj Penggemblengan Disiplin Militeristik
Di setiap lambung yang keroncongan, ada jiwa prajurit yang sedang ditempa untuk menjadi pemenang dalam peperangan melawan diri sendiri. AI
LANGIT7.ID-Derap langkah serdadu di lapangan hijau menuntut satu hal mutlak: disiplin. Di bawah terik matahari, ketegaran fisik dan ketundukan pada komando adalah napas utama kehidupan militer. Namun, siapa sangka bahwa nilai-nilai baris-berbaris yang kaku itu menemukan manifestasi praktisnya pada piring yang kosong dan tenggorokan yang kering?

Dalam kitab Meraih Puasa Sempurna, sebuah karya ilmiah yang diterjemahkan dari naskah Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab, Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar membedah kaitan erat antara puasa dan kehidupan militer. Bagi Ath-Thayyar, puasa bukanlah sekadar ritual menahan lapar yang pasif. Ia adalah sebuah manhaj atau metode penggemblengan kekuatan fisik yang sangat terukur.

Kehidupan militer mengharuskan adanya kekasaran, ketegaran, dan kepatuhan pada perintah tanpa tapi. Dalam konteks ibadah, seorang muslim yang berpuasa sebenarnya sedang menjalani masa pendidikan militer spiritual. Ia dipaksa bersabar atas pahit getirnya rasa lapar dan panasnya rasa haus. Kelelahan fisik dalam mengendalikan diri ini bukanlah tanpa tujuan; ia adalah cara mengekang syahwat agar tunduk pada arahan yang lebih tinggi.

Ath-Thayyar menggambarkan seorang muslim yang berpuasa laksana seorang tentara yang siap mendengar dan menaati. Tidak ada pembangkangan saat fajar menyingsing, tidak ada pula penolakan saat matahari terbenam. Keduanya adalah perintah dari langit yang harus dijalankan dengan presisi waktu yang sangat ketat. Kepada Rabb-nya, sang hamba berikrar dalam diam melalui tindakannya: kami mendengar dan kami menaati.

Namun, ada satu perbedaan fundamental yang membuat puasa menjadi latihan militer tingkat tinggi. Jika seorang prajurit di barak bertindak di bawah pengawasan ketat para sersan dan komandan, orang yang berpuasa bergerak dalam kesunyian tanpa pengawasan manusia. Integritas mereka tidak diuji oleh mata atasan, melainkan oleh kesadaran akan pengawasan Allah Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri sendiri.

Allah Taala berfirman dalam kaitan pengawasan ini dalam ayat kursi:

لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ

Allah tidak mengantuk dan tidak pula tidur. (QS. Al-Baqarah: 255).

Kesadaran inilah yang menempa seorang muslim menjadi tentara yang memiliki disiplin internal. Tanpa perlu diawasi oleh kamera pengawas atau atasan langsung, mereka tetap menjaga batas-batas syariat meskipun berada di ruang paling sunyi sekalipun. Puasa, dengan demikian, adalah laboratorium di mana karakter prajurit sejati dibentuk: tangguh secara fisik, teguh secara mental, dan memiliki loyalitas tanpa batas kepada otoritas tertinggi di alam semesta.

Di tengah hiruk pikuk Jakarta pada Februari 2026 ini, fatwa dan pemikiran Ath-Thayyar ini menjadi pengingat bahwa di setiap lambung yang keroncongan, ada jiwa prajurit yang sedang ditempa untuk menjadi pemenang dalam peperangan melawan diri sendiri.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 14 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:05
Ashar
15:11
Maghrib
18:09
Isya
19:18
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)