home masjid

LPMQ: Perlu Standardisasi Mushaf Alquran untuk Tunawicara

Senin, 22 November 2021 - 11:05 WIB
Buku Braille untuk penglihatan rendah orang buta membaca tanda Braille. Foto: Langit7.id/iStock.
Mushaf Alquran yang ramah terhadap penyandang disabilitas rungu wicara (PSDRW) atau tuli dan wicara masih sangat terbatas. Lajnah Pentashihan MushafAlquran (LPMQ) menyatakan bahwa PSDRW sangat membutuhkan akses terhadap media literasi Alquran yang memudahkan mereka.

“PDSRW (rungu wicara) belum memiliki standar media literasi Alquran yang mudah berdasarkan kebutuhannya,” kata Peneliti LPMQ, Ahmad Jaeni dalam Seminar Hasil Penelitian tentang Media LiterasiAlquran bagi Komunitas Tuli atau Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) dikutip Senin (22/11/2021).

Sementara Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (PDSN) sudah mendapatkannya sejak tahun 1984 seiring keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 25. Jaeni mengatakan, berdasar undang-undang, penyandang disabilitas memiliki hak mendapatkan Alquran dan lektur keagamaan.

Baca Juga:Istiqlal Jadi Inspirasi 10 Masjid Dunia Ramah Lingkungan

Data BPS pada 2018 menyebut bahwa di Indonesia terdapat 21,8 juta penyandang disabilitas. Terkait literasi, menurut dia, ada keragaman media literasi Alquran yang dikembangkan dan digunakan oleh sejumlah lembaga/komunitas.

Keragaman tersebut tentu tidak bisa mejadi acuan, kecuali hanya untuk kelompok/kalangan sendiri. Dalam Lokakarya Pedoman Membaca Alquran bagi PDSRW pada 23-26 September 2000 silam muncul harapan adanya Standar Pedoman Membaca Alquran bagi komunitas tuna rungu wicara.

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan, tujuan risetnya tentang penyandang disabilitas rungu wicara ini setidaknya melingkupi tiga hal. Pertama, hendak menginventarisasi dan memetakan media literasi Alquran yang digunakan pada komunitas PDSRW.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
mushaf al quran tunawicara lpmq
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya