home edukasi & pesantren

Founder Drone Emprit Kritik E-Sport Masuk Kurikulum: Cuma Bikin Anak Kecanduan Game

Kamis, 25 November 2021 - 13:03 WIB
Ilustrasi para remaja bermain game online (foto: langit7.id/istock)
Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi Ph.D, mengkritik wacana cabang olahraga e-sport bakal masuk ke kurikulum sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Wacana tersebut sempat menyeruak ke publik pada 2019 lalu melalui mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Wacana itu kembali mencuat setelah Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PBEsI), Ashadi Ang, dalam sebuah diskusi virtual bertajuk ‘Membangun Jenjang Karier Atlet E-Sports & Prestasi Bangsa’ pada Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:Tiga Skill yang Harus Dimiliki Ayah agar Anak Tak Kecanduan Gadget

Menurut Ismail Fahmi, e-sport masuk kurikulum justru membuat anak kecanduan game. Padahal, kecanduan game menjadi masalah yang sering menjadi perbincangan orang tua saat ini. Ia khawatir terhadap dampak negatif dari e-sport tersebut terhadap perkembangan anak.

“Itu membuat anak-anak suka game, jadi tidak bagus. Karena sudah banyak anak-anak yang sudah adiktif dengan game. Orang tua tidak diajarin bagaimana menghadapi anak yang suka bermain game. Kalau di sekolah diajarin lagi, dan orang tua tidak diajari menghadapi game anak-anak, makin parah nantinya,” kata Ismail Fahmi kepada LANGIT7.ID, Kamis (25/11/2021).

Selain itu, e-sport hanya melahirkan anak-anak sebagai pengguna game. Seharusnya, pendidikan mengarahkan anak untuk berpikir inovatif dan kreatif agar bisa menciptakan hal-hal baru. Bukan sebaliknya, menjadi konsumen dari pasar digital.

Baca Juga:Ustadz Budi Ashari: Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Jangan Berikan Sebelum Akalnya Sempurna
Berita Terkait
Berita Lainnya