home masjid

Fikih Kontemporer

Jika Seorang Muslim Pergi ke Luar Angkasa, Bagaimana Cara Shalatnya?

Rabu, 01 Desember 2021 - 21:28 WIB
Ilustrasi astronot di luar angkasa (foto: langit7.id/istock)
Sheikh Muszapher Shukor merupakan astronot Malaysia pertama yang sukses melakukan perjalanan ke luar angkasa. Dia pertama kali melakukan misi itu pada 10 Oktober 2007 dengan kode misi Soyuz TMA-11.

Dia merupakan seorang muslim taat. Shalat lima waktu tentu tak bisa ditinggalkan. Justru dari situ muncul masalah. Dari Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS), yang mengorbit 220 mil di atas permukaan bumi, kiblat berubah setiap detik. Kiblat bisa bergerak hampir 180 derajat selama satu kali shalat.



"Sebagai seorang muslim, saya berharap untuk melakukan tanggung jawab saya," kata Shukor, dikutip laman wired.com, Rabu (1/12/2021).

Sebagai tanggapan, Badan Antariksa Malaysia (ANGKASA) mengundang 150 cendekiawan muslim, ilmuwan dan astronot untuk membuat pedoman bagi Shukor. Para ulama mengeluarkan fatwa yang dimaksudkan untuk membantu astronot muslim di masa depan.

Fatwa yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab itu menyebutkan, umat Islam di luar angkasa harus menghadap Mekah jika memungkinkan, tapi jika tidak, mereka bisa menghadap bumi secara umum, atau hanya menghadap ke manapun.

Hal ini menandakan bahwa astronot muslim tetap bisa menjalankan ibadah shalat meski membutuhkan beberapa penyesuaian, mengingat kondisinya tidak sama dengan di bumi. Pedoman yang dikeluarkan itu juga mengatur tata cara berwudhu, tayamum, shalat hingga berpuasa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
astronomi fiqih hukum shalat astronot muslim shalat di luar angkasa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya