Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home masjid detail berita
Fikih Kontemporer

Jika Seorang Muslim Pergi ke Luar Angkasa, Bagaimana Cara Shalatnya?

Muhajirin Rabu, 01 Desember 2021 - 21:28 WIB
Jika Seorang Muslim Pergi ke Luar Angkasa, Bagaimana Cara Shalatnya?
Ilustrasi astronot di luar angkasa (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Sheikh Muszapher Shukor merupakan astronot Malaysia pertama yang sukses melakukan perjalanan ke luar angkasa. Dia pertama kali melakukan misi itu pada 10 Oktober 2007 dengan kode misi Soyuz TMA-11.

Dia merupakan seorang muslim taat. Shalat lima waktu tentu tak bisa ditinggalkan. Justru dari situ muncul masalah. Dari Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS), yang mengorbit 220 mil di atas permukaan bumi, kiblat berubah setiap detik. Kiblat bisa bergerak hampir 180 derajat selama satu kali shalat.

Jika Seorang Muslim Pergi ke Luar Angkasa, Bagaimana Cara Shalatnya?

"Sebagai seorang muslim, saya berharap untuk melakukan tanggung jawab saya," kata Shukor, dikutip laman wired.com, Rabu (1/12/2021).

Sebagai tanggapan, Badan Antariksa Malaysia (ANGKASA) mengundang 150 cendekiawan muslim, ilmuwan dan astronot untuk membuat pedoman bagi Shukor. Para ulama mengeluarkan fatwa yang dimaksudkan untuk membantu astronot muslim di masa depan.

Fatwa yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab itu menyebutkan, umat Islam di luar angkasa harus menghadap Mekah jika memungkinkan, tapi jika tidak, mereka bisa menghadap bumi secara umum, atau hanya menghadap ke manapun.

Hal ini menandakan bahwa astronot muslim tetap bisa menjalankan ibadah shalat meski membutuhkan beberapa penyesuaian, mengingat kondisinya tidak sama dengan di bumi. Pedoman yang dikeluarkan itu juga mengatur tata cara berwudhu, tayamum, shalat hingga berpuasa.

Kondisi di luar angkasa yang kurang air tidak memungkinkan berwudhu. Maka astronot muslim bisa mengganti wudhu dengan tayamum. Sementara shalat lima waktu, astronot bisa melakukannya dengan cara dijama' (digabung) dan qasar (diperpendek) tanpa perlu meng-qhada’ (mengganti) shalat. Dan shalat wajib bisa dilakukan sendiri jika tidak ada awak kapal lain yang seagama.

Gravitasi yang rendah saat di lua angkasa juga membuat berganti posisi shalat sulit dilakukan. Astronot diperbolehkan berbaring ke samping kanan, terlentang atau duduk menghadap kiblat ketika shalat. Gerakan kelopak mata bisa menggantikan gerakan shalat sambil membayangkannya.

Untuk waktu shalat, astronot bisa melakukannya sesuai zona waktu di mana pesawat luar angkasa diluncurkan.



(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)