Erupsi Gunung Semeru
Rumini Ternyata Alumni Pesantren, Begini Detik-detik Gugurnya Rumini Menurut Penuturan Sang Suami
Muhajirin
Rabu, 08 Desember 2021 - 19:37 WIB
Rumini, muslimah yang gugur sebab tak mau meninggalkan neneknya saat erupsi Gunung Semeru (foto: istimewa)
Kisah Rumini dan sang nenek, Salamah yang ditemukan meninggal dunia di balik awan panas guguran menjadi inspirasi publik maya. Wanita 28 tahun itu ternyata merupakan alumni Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang.
Rumini ditemukan tak bernyawa tertimbun awan panas berpelukan dengan sang nenek, Salamah (70 tahun), di Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur pada Ahad (5/12/2021). Saat ditemukan, jenazah ibu anak itu tengah berpelukan.
Lokasi jenazah korban berada di dalam rumah yang atapnya sudah hancur disertai pondasi tertimbun abu vulkanik. Jenazah pertama kali ditemukan oleh para relawan yang tengah mengevakuasi para korban.
Baca Juga: Kisah Pilu Rumini, Korban Erupsi Semeru Wafat Sebab Tak Mau Tinggalkan Nenek
Kisah Rumini sebagai seorang santri disampaikan akun @aloknuri yang membagikan tulisan dari Ibu Nyai Qurroti A’yun. Kisah tersebut berdasarkan wawancara langsung dengan suami, Cak Hasyim, dan anak Rumini, Zaki.
Jumat malam, sebelum kejadian, Cak Hasyim merasa letih setelah seharian bekerja di tambang pasir. Ia pun memilih istirahat cepat. Namun ada yang aneh, Rumini secara tiba-tiba memeluk sang suami.
“Tapi entah kenapa kok istri saya itu meluk-meluk aja. Biasanya kami tidur dengan mengapit anak kami. Entah kenapa malam itu kok istri saya minta di sisi saya. Minta diusap kepalanya,” tutur Cak Hasyim.
Rumini ditemukan tak bernyawa tertimbun awan panas berpelukan dengan sang nenek, Salamah (70 tahun), di Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur pada Ahad (5/12/2021). Saat ditemukan, jenazah ibu anak itu tengah berpelukan.
Lokasi jenazah korban berada di dalam rumah yang atapnya sudah hancur disertai pondasi tertimbun abu vulkanik. Jenazah pertama kali ditemukan oleh para relawan yang tengah mengevakuasi para korban.
Baca Juga: Kisah Pilu Rumini, Korban Erupsi Semeru Wafat Sebab Tak Mau Tinggalkan Nenek
Kisah Rumini sebagai seorang santri disampaikan akun @aloknuri yang membagikan tulisan dari Ibu Nyai Qurroti A’yun. Kisah tersebut berdasarkan wawancara langsung dengan suami, Cak Hasyim, dan anak Rumini, Zaki.
Jumat malam, sebelum kejadian, Cak Hasyim merasa letih setelah seharian bekerja di tambang pasir. Ia pun memilih istirahat cepat. Namun ada yang aneh, Rumini secara tiba-tiba memeluk sang suami.
“Tapi entah kenapa kok istri saya itu meluk-meluk aja. Biasanya kami tidur dengan mengapit anak kami. Entah kenapa malam itu kok istri saya minta di sisi saya. Minta diusap kepalanya,” tutur Cak Hasyim.