Istri Sukses Berkarir, Suami Urus Rumah Tangga, Bagaimana Pandangan Islam?
Muhammad rifai akif
Ahad, 12 Desember 2021 - 09:02 WIB
Seorang laki-laki bersama dua balita yang sedang mencuci piring. Foto: LANGIT7/iStock
Membangun rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah menjadi cita-cita setiap pasangan. Namun pada kenyataannya banyak sekali masalah yang terjadi dan kadang menjadi penghalang mewujudkan mimpi tersebut.
Permasalahan ekonomi adalah hal yang rentan memicu konflik dalam rumah tangga. Umum yang terjadi, penghasilan suami dinilai belum mencukupi kebutuhan harian rumah tangga.
Masalah berikutny yang muncul adalah saat penghasilan istri lebih besar dibanding suami. Sehingga istri lebih mengutamakan bekerja, sedangkan pekerjaan rumah tangga diserahkan pada suami.
Baca juga: Wanita Karir di Masa Rasulullah
Lalu bagaimana dan seperti apa, Islam memandang hal ini?
Menurut Ustadz Taufiqurrahman, pengasuh pondok pesantren DATA (Daarut Taufiq Arrahman), dalam rumah tangga arahan yang objektif adalah sesuai dengan nash quran dalam surat An Nisa ayat 34, yang berbunyi:
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا.
Permasalahan ekonomi adalah hal yang rentan memicu konflik dalam rumah tangga. Umum yang terjadi, penghasilan suami dinilai belum mencukupi kebutuhan harian rumah tangga.
Masalah berikutny yang muncul adalah saat penghasilan istri lebih besar dibanding suami. Sehingga istri lebih mengutamakan bekerja, sedangkan pekerjaan rumah tangga diserahkan pada suami.
Baca juga: Wanita Karir di Masa Rasulullah
Lalu bagaimana dan seperti apa, Islam memandang hal ini?
Menurut Ustadz Taufiqurrahman, pengasuh pondok pesantren DATA (Daarut Taufiq Arrahman), dalam rumah tangga arahan yang objektif adalah sesuai dengan nash quran dalam surat An Nisa ayat 34, yang berbunyi:
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا.